Find and Follow Us

Senin, 14 Oktober 2019 | 19:48 WIB

PT Elnusa Cari Sumber Migas di Perairan Vietnam

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 25 April 2019 | 15:40 WIB
PT Elnusa Cari Sumber Migas di Perairan Vietnam
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Elnusa Tbk (ELSA) melakukan pencarian sumber daya minyak dan gas (Migas) di Perairan Vietnam, Semenanjung Indocina.

Dalam hal ini, emiten anak usaha PT Pertamina mengerahkan Elsa Regent kapal survei seismik berbendera Indonesia ini yang akan berlayar hingga akhir Mei 2019 dengan total panjang lintasan survei sejauh 7000 km.

Direktur Operasi ELSA, Arief Riyanto mengatakan, survei eksplorasi migas dengan Elsa Regent yang dioperasikan seluruhnya oleh anak bangsa ini, menjadi pembuktian atas kompetensi dan pengalaman Elnusa dalam survei seismik di lautan.

"Torehan pengalaman panjang dan kepercayaan klien pada jasa seismik laut ini merupakan bukti keunggulan dari servis yang kami berikan. Kami yakin dengan keunggulan ini, Elnusa dapat mendukung peningkatan kapasitas nasional, serta eksplorasi migas yang lebih baik," kata Arief dalam siaran pers, Kamis (25/4/2019)

Ia menjelaskan, Elsa Regent merupakan kapal seismik tercanggih di Indonesia saat ini yang dinakhodai dan diawaki 100% putra-putri Indonesia. Keunggulan Elsa Regent ini dibandingkan dengan kapal seismik berbendera Indonesia lain adalah dilengkapi 12 streamer. Alat tersebut dengan panjang setiap streamer mencapai 10 km sehingga sangat ideal untuk melakukan pekerjaan survei seismik di area lautan luas dan dalam.

Alat ini mampu menghasilkan gambar 3D seismik bawah permukaan dengan kualitas dan keakuratan yang sangat tinggi, mampu melakukan perekaman data saat berbelok sehingga efisien waktu dan biaya, perekaman data dapat dilakukan terus-menerus dan dapat menghasilkan data baku yang langsung dapat diproses lebih lanjut.

"Sejak pelayaran perdana pada akhir 2016, Elsa Regent telah melakukan banyak survei seismik marine di berbagai blok di Indonesia, dengan klien yang berasal baik dari dalam maupun luar negeri. Sebelumnya Elnusa telah merampungkan pula survei seismik di Laut Andaman, yang merupakan salah satu proyek seismik laut 3D terbesar di Indonesia," papar dia.

Dalam survei seismik laut Elnusa tak hanya memiliki Elsa Regent, melainkan ocean bottom nodes (nodal) yang merupakan teknologi survei seismik yang mampu menangkap jenis gelombang seismik dari berbagai arah.

Penambahan teknologi ini adalah untuk melengkapi kapabilitas Elnusa dalam jasa akuisisi data seismik baik di darat, zona transisi maupun laut, sesuai kebutuhan data yang diperlukan. [hid]

Komentar

Embed Widget
x