Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 05:53 WIB

Bursa Saham Asia Bergerak Negatif

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 25 April 2019 | 08:53 WIB
Bursa Saham Asia Bergerak Negatif

INILAHCOM, Shanghai - Bursa saham di Asia sebagian besar lebih rendah pada perdagangan Kamis pagi (25/4/2019) setelah penurunan semalam di Wall Street di tengah hasil laba yang beragam.

Saham China Daratan tergelincir pada awal perdagangan. Dengan komposit Shanghai menurun 0,5% dan komponen Shenzhen turun sekitar 0,62%. Komposit Shenzhen juga turun 0,532%.

Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong juga tergelincir 0,44%. Indeks Nikkei 225 di Jepang naik tipis di perdagangan pagi. Sementara indeks Topix sebagian besar datar.

Bank of Japan akan merilis pernyataan kebijakan moneternya pada hari Kamis nanti, dengan suku bunga diperkirakan akan tetap tidak berubah. Selama di bursa Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,41%.

Pasar Australia tutup pada hari Kamis karena hari libur, seperti mengutip cnbc.com.

Semalam di Wall Street, Nasdaq Composite mengakhiri hari perdagangannya lebih rendah sebesar 0,2% di 8.102,01 setelah mencapai rekor intraday. S&P 500 juga tergelincir 0,2% menjadi 2.927,25, sedangkan Dow Jones Industrial Average ditutup 59,34 poin lebih rendah pada 26.597,05.

Baik S&P 500 dan Nasdaq telah memposting rekor penutupan tertinggi di sesi Selasa, didorong oleh hasil pendapatan perusahaan yang kuat dari perusahaan-perusahaan seperti United Technologies, Coca-Cola dan Twitter. Tetapi saham tergelincir dari level rekor pada hari Rabu karena Wall Street mencerna batch campuran dari pendapatan perusahaan.

Hampir 130 perusahaan S&P 500 melaporkan kalender pendapatan kuartal pertama hingga Selasa pagi. Dari perusahaan-perusahaan itu, 78% melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan, menurut Refinitiv.

Investor mengamati dengan seksama musim pendapatan perusahaan ini di tengah kekhawatiran akan laba kontrak. Analis yang disurvei oleh FactSet datang ke musim mengharapkan penurunan 4,2% dalam pendapatan S&P 500. Tingkat pertumbuhan pendapatan perusahaan yang telah dilaporkan sejauh ini hampir 2,4%, menurut FactSet.

Komentar

x