Find and Follow Us

Senin, 26 Agustus 2019 | 03:32 WIB

Inilah Sikap Saudi Bagi Kebijakan Minyak Global

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 24 April 2019 | 17:01 WIB
Inilah Sikap Saudi Bagi Kebijakan Minyak Global
(Istimewa)

INILAHCOM, Riyadh - Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih mengatakan pada hari Rabu bahwa produksi minyak mentah kerajaan akan tetap dalam level yang diuraikan dalam pengurangan produksi yang dipimpin OPEC.

Tetapi eksportir minyak utama juga akan responsif terhadap kebutuhan pelanggannya. "Kerajaan akan ada sangat sedikit variasi" dalam produksi minyak kerajaan pada Mei dari beberapa bulan terakhir, dan alokasi minyak mentah Saudi Aramco untuk Juni akan dilakukan dalam beberapa pekan," katanya seperti mengutip cnbc.com.

Pemerintahan Trump pada Senin (22/4/2019) telah mengumumkan tidak akan memperpanjang keringanan sanksi kepada segelintir negara yang mengimpor minyak Iran. Keputusan itu berarti setiap entitas yang tertangkap membeli barel Iran setelah 1 Mei berisiko memicu sanksi AS, yang dirancang untuk menghilangkan kepemimpinan Iran dari pendapatan minyak.

Minyak mentah antara West Texas Intermediate AS menetap 75 sen lebih tinggi pada US$66,30 per barel, naik 1,1% dan menetapkan tinggi penutupan baru kembali ke 29 Oktober. WTI sebelumnya naik setinggi US$66,60 pada Selasa (23/4/2019), harga intraday terbaik sejak 31 Oktober.

Minyak mentah Brent berjangka naik 53 sen menjadi US$74,57 per barel sekitar pukul 02:30 siang. ET. Benchmark internasional untuk harga minyak sebelumnya naik menjadi US$74,73, tertinggi sejak 1 November.

Brent melonjak 3 persen dan WTI melonjak 2,7 persen selama sesi sebelumnya, didorong oleh perubahan kebijakan AS terhadap Iran.

"Keputusan untuk sepenuhnya menghilangkan keringanan adalah kejutan, karena ekspektasi pasar adalah pengurangan yang lebih bertahap," kata Credit Suisse dalam catatan penelitian.

Komentar

Embed Widget
x