Find and Follow Us

Rabu, 22 Mei 2019 | 14:41 WIB

BTN Tunggu Hasil Kajian Soal Jiwasraya

Selasa, 23 April 2019 | 17:25 WIB
BTN Tunggu Hasil Kajian Soal Jiwasraya
Direktur Utama BTN Maryono - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk mengaku masih menunggu tuntasnya kajian terkait dengan pembentukan anak usaha asuransi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), PT Jiwasraya Putra.

Selain itu, BTN juga masih menanti hasil kajian terkait peran perseroan sebagai pembeli siaga (stand by buyer) dari penerbitan surat utang jangka menengah (Medium Term Note/MTN) oleh Jiwasraya.

"Hasil kajian ini kan semuanya menggunakan konsultan. Hasil konsultannya kami bicarakan bagaimana prospeknya, potensinya, dan sebagainya," kata Direktur Utama BTN Maryono usai jumpa pers paparan kinerja di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Maryono mengaku memang sedang ada pembicaraan yang intensif terkait pembentukkan anak usaha Jiwasraya dan penerbitan instrumen utang MTN. Namun, Maryono memilih irit berkomentar, sembari menunggu tuntasnya hasil kajian dari konsultan.

"Ini kan semuanya menggunakan konsultan. Hasil konsultannya kami bicarakan bagaimana prospeknya, potensinya, dan sebagainya," jelasnya.

Adapun langkah pembentukan anak usaha Jiwasraya dan penerbitan MTN merupakan langkah penyelesaian kewajiban pembayaran klaim pemegang polis Jiwasraya yang sudah jatuh tempo pada Oktober 2018 sebesar Rp802 miliar.

Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Hexana Tri Sasongko mengungkapkan bahwa pihaknya akan memprioritaskan penyelesaian pembayaran polis yang telah jatuh tempo itu.

Penyelesaiannya akan dilakukan bertahap mulai Kuartal II 2019 dan ditargetkan selesai paling lambat pada kuartal II 2020.

Perseroan memiliki beberapa strategi dalam menyelesaikan kewajiban kepada nasabah.

Beberapa startegi itu antara lain, Jiwasraya akan membentuk anak usaha, Jiwasraya Putra yang akan melibatkan empat BUMN yakni, BTN, PT Pegadaian (Persero), PT KAI (Persero), dan PT Telkomsel (Persero). Targetnya, anak usaha itu akan terbentuk pada Juni 2019.

Jiwasraya juga berencana menerbitkan surat utang untuk membayar kewajiban klaim.

Kemudian, Jiwasraya akan mengekspansi digitalisasi dalam bisnis perseroan. Selanjutnya Jiwasraya akan mengoptimalisasi aset properti perusahaan yang menganggur.[tar]

Komentar

x