Find and Follow Us

Rabu, 24 Juli 2019 | 11:35 WIB

Rupiah Diramal Ambruk Lagi, Lho Kok Bisa?

Selasa, 23 April 2019 | 12:50 WIB
Rupiah Diramal Ambruk Lagi, Lho Kok Bisa?
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (23/4/2019) berpotensi melemah. Seiring koreksi turun mata uang regional.

"Pagi ini mata uang kuat Asia, yen Jepang, dolar Hong Kong, dan dolar Singapura, dibuka melemah terhadap dolar AS, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah," kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Hingga pukul 09.30 WIB, rupiah masih stagnan di level Rp14.078 per dolar AS, atau sama dibanding posisi pada hari sebelumnya. Lana memprediksi, mata uang Garuda pada hari ini, bakal bergerak melanjutkan pelemahan. Kira-kira pergerakannya berada di kisaran Rp14.080-Rp14.100 per dolar AS.

Dari eksternal, data sektor perumahan AS mulai melambat, terlihat dari izin mendirikan bangunan (building permits) di AS, turun 1,7% secara bulan ke bulan (month on month/mom). Angka ini di bawah ekspektasi pasar yang naik 0,3%, serta titik terendah sejak Oktober 2018.

Data lain yang juga mendukung perlambatan sektor properti adalah penjualan rumah seken (previously owned house) untuk Maret 2019, turun 4,9% (mom). "Sektor perumahan biasanya menjadi salah satu indikator awal melambatnya ekonomi. Namun, belum mengonfirmasi perlambatan berlanjut," ujar Lana.

Perlambatan ekonomi AS, membuat bank sentral AS tak punya banyak pilihan, selain melonggarkan kebijakan moneter atau dovish. Misalnya dengan tidak menaikkan suku bunga acuan, atau bahkan menurunkannya. Sebaiknya cermati poin ini. [tar]

Komentar

Embed Widget
x