Find and Follow Us

Rabu, 22 Mei 2019 | 13:41 WIB

Ekonomi AS Goyang, Koalisi Pengusaha Surati Trump

Selasa, 23 April 2019 | 12:45 WIB
Ekonomi AS Goyang, Koalisi Pengusaha Surati Trump
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Washington - Koalisi organisasi bisnis Amerika Serikat (AS) pada Senin (22/4/2019), meminta Gedung Putih menghapus tarif-tarif yang memberatkan perdagangan global. Terkait kesepakatan perang dagang dengan China.

Apabila pemerintahan Donald J Trump tidak segera menghapus tarif-tarif tersebut, dikhawatirkan bisa mengganggu perekonomian AS. Lantaran sangat memberatkan para pekerja, petani, dan konsumen di AS.

Koalisi bernama Amerika untuk Perdagangan Bebas atawa Americans for Free Trade (AFT) itu, melayangkan surat resmi kepada Presiden AS Donald J Trump. Dituliskan bahwa pihak Gedung Putih harus pandai menjaga kata-kata tentang kenaikan tarif, jika kesepakatan perdagangan dapat diselesaikan dengan China.

"Mereka dijanjikan bahwa tarif-tarif hanyalah sarana untuk mencapai tujuan, dan bahwa semua kerusakan ini akan sepadan. Kesepakatan yang gagal mencabut tarif-tarif akan merupakan ingkar janji bagi orang-orang Amerika yang bekerja keras ini," tulis surat itu, dikutip dari Xinhua, Selasa (23/4/2019).

Dengan 151 tanda tangan dari berbagai asosiasi bisnis di bidang pertanian, manufaktur, perkapalan, dan banyak industri lainnya, surat itu menekankan bahwa "kesepakatan apa pun harus sepenuhnya menghilangkan tarif-tarif."

"Karena koalisi kami telah menjelaskan sejak perang perdagangan dimulai, tarif-tarif adalah pajak yang dibayar oleh bisnis-bisnis dan konsumen Amerika," surat itu menyatakan, menambahkan bahwa Amerika telah membayar lebih dari 21 miliar dolar AS dalam bentuk pajak karena pengenaan tarif-tarif baru sampai saat ini.

Melihat gambaran yang lebih besar, surat itu mencatat bahwa kerusakan akibat tarif-tarif tidak terbatas pada peningkatan biaya dan pengeluaran.
"Pajak-pajak ini dan ketidakpastian yang mereka ciptakan telah mengakibatkan PHK, menunda investasi dan kenaikan harga di setiap sudut negara," kata surat itu.

Selain itu, asosiasi bisnis bahkan lebih khawatir tentang penyalahgunaan tarif-tarif di masa depan, menambahkan bahwa penilaian ekonomi penuh dari biaya tarif untuk bisnis dan konsumen Amerika harus dilakukan.

"Hanya melalui pandangan mendalam pada biaya tarif impor, tarif pembalasan, pasar yang hilang, rencana mitigasi kerugian perdagangan, investasi yang ditangguhkan, ketidakpastian bisnis dan faktor-faktor lain yang akan kita pahami dampak ekonomi negatif dari tarif sebagai taktik negosiasi," surat itu mencatat.

Dalam surat itu, asosiasi bisnis mengatakan mereka percaya bahwa "setiap perhitungan biaya yang sebenarnya" akan menyangkal efektivitas tarif-tarif sebagai alat negosiasi.

"Tarif-tarif, bagaimanapun, telah terbukti menjadi cara yang salah untuk mencapai tujuan ini," tulis surat itu. "Kerugian ekonomi yang kita prediksi telah terjadi ketika bisnis Amerika dan petani di seluruh negeri telah menderita konsekuensi dari serangan tarif-tarif."

Pada bagian terakhir dari surat itu, asosiasi bisnis memperingatkan bahwa menjaga atau memperpanjang penyalahgunaan tarif dapat membuat situasi semakin buruk.
"Itu hanya akan memburuk jika Pemerintah Anda memilih untuk mempertahankan atau menambahkan tarif hukuman terhadap China atau negara-negara lain di masa mendatang," surat itu memperingatkan.

American for Free Trade, sebuah koalisi dari 150 anggota asosiasi perdagangan yang melibatkan banyak industri, dibentuk pada September 2018 dengan tujuan untuk menentang tarif-tarif dan menyoroti manfaat perdagangan internasional terhadap ekonomi AS.[tar]

Komentar

x