Find and Follow Us

Rabu, 22 Mei 2019 | 14:23 WIB

Laba PT BIPI Turun Jadi US$21,89 Juta

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 22 April 2019 | 07:01 WIB
Laba PT BIPI Turun Jadi US$21,89 Juta
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan penurunan laba bersih menjadi US$21,89 juta per 31 Desember 2018 dari periode yang sama 2017 sebesar US$65,61 juta. Hal ini karena adanya kenaikan beban keuangan.

Perseroan pada perioide ini mencatat pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$3,27 juta.

Penopang pertumbuhan pendapatan tersebut seiring dengan laporan keuangan anak perusahaan, yaitu PT Mitratama Perkasa (MP) yang konsolidasikan. Kinerja PT MP, sebelumnya dicatat sebagai investasi pada ventura bersama. Demikian mengutip keterangan resmi perseroan pada akhir pekan lalu.

Namun, perseroan juga mencatatkan beban pokok pendapatan terpangkas dari US$8,84 juta menjadi US$5,22 juta pada tahun lalu. Hal ini sejalan dengan divestasi anak perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi pada akhir 2017. Divestasi menjadi langkah strategis Astrindo Nusantara untuk lebih fokus di infrastruktur energi terintegrasi.

Di sisi laba, perseroan berhasil membukukan laba bruto sebesar US$21,94 juta dari sebelumnya rugi bruto US$5,58 juta. "Kami cukup puas dengan hasil yang dicapai pada 2018, yang mencerminkan kinerja pertumbuhan positif seiring dengan meningkatnya pendapatan dan menurunnya beban pokok pendapatan perusahaan," kata Direktur BIPI, Michael Wong.

Perseroan menyatakan beban keuangan meningkat karena terdampak rangkaian transaksi strategis yang dilakukan BIPI untuk mendapatkan pembiayaan kembali (refinancing) dan penyelesaian kewajiban pinjaman entitas anak yang sudah jatuh tempo. Pada akhir tahun lalu, BIPI mendapatkan pinjaman baru sebesar US$235 juta dari beberapa kreditur luar negeri.

Michael melanjutkan pihaknya tetap optimistis dapat meningkatkan nilai bagi para pemangku kepentingan. Sementara Presiden Direktur BIPI, Ray Anthony Gerungan menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk tahun ini.

"Perusahaan telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kinerja keuangan dan operasional pada tahun ini, dengan terus meningkatkan keunggulan kompetitif dan membuka peluang pengembangan bisnis dalam lingkup infrastruktur energi terintegrasi," jelsasnya.

Untuk tahun ini perseroan menargetkan tambahan penanganan batu bara sebanyak 1,5 juta ton di Sumatra Selatan melalui entitas anak, yakni PT Putera Hulu Lematang. Penambahan ini sejalan dengan rampungnya pembangunan pelabuhan serta fasilitas pendukung pada akhir 2018. Hingga akhir 2019, jumlah penanganan batu bara diharapkan mencapai 86 juta ton.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) (dahulu PT. Benakat Integra Tbk) bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi dan lain-lain; pelabuhan dan crusher dan jasa perdagangan dan pertambangan. Perusahaan memulai operasinya di tahun 2007.

Pada pemilik saham antara lain PT Risco Investama Lestari sebesar 3,32%. Knights Investment Pte Ltd sebesar 1,66%. PT Baskara Timur sebesar 1,66%. PT Inti BUmi Artha sebesar 1,66%. PT Geolink sebesar 0,79%.

Komentar

x