Find and Follow Us

Rabu, 22 Mei 2019 | 13:45 WIB

IHSG Tunggu Hasil Pemilu

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 22 April 2019 | 06:27 WIB
IHSG Tunggu Hasil Pemilu
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Secara teknikal, IHSG telah berhasil mendobrak batas atas channel turunnya, namun kembali mengalami pullback. IHSG akan menunggu kepastian hasil pilpres 2019.

Menurut praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, apabila dapat bertahan IHSG di atas level psikologis 6.500, maka IHSG berpeluang mengakhiri konsolidasi jangka pendeknya dan mulai bergerak naik membentuk pola bullish flag pattern dengan potensi menuju level tertinggi sepanjang sejarah yang pernah di capainya pada bulan februari tahun lalu di level 6.693.

"Penembusan ke atas level all time high akan membuat IHSG mencetak rekor baru dengan target menuju 6.962. Indikator teknikal MACD death cross dan bergerak mendatar mengindikasikan bawah IHSG masih melanjutkan konsolidasinya," seperti mengutip dari hasil risetnya, Minggu (20/4/2019).

Proses pemilu yang berjalan aman dan damai, diperkirakan masih akan menjadi katalis bagi masuknya aliran dana asing ke pasar modal Indonesia dan penguatan nilai tukar rupiah. Apabila rupiah mampu menguat ke bawah level 14.000/US$ dan dana asing masih terus mengalir masuk ke pasar modal, maka akan menjadi katalis positif bagi laju penguatan IHSG. Di sisi lain, mendekati akhir bulan akan banyak dirilis laporan kinerja keuangan emiten kuartal I-2019 yang akan mewarnai pergerakan IHSG.

Walaupun IHSG diperkirakan masih akan melaju setelah keluar dari area konsolidasinya, namun disarankan untuk tetap safe trading dan selalu waspada karena masih ada sedikit ganjalan dari hasil pemilu. Jika peserta capres yang kalah tidak mau menerima hasilnya, akan membuat kondisi politik kembali memanas dan bisa membuat kenaikan IHSG tertahan untuk sementara. "Hati-hati apabila kondisi pasar kembali mengalami ketidakpastian dan market menjadi tidak kondusif lagi. Terus cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat."

Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran area support 6.485 dan resistance di 6.636. Pelaku pasar akan mencermati Rapat Dewan Gubernur BI pada hari kamis tanggal 25 April 2019. Diperkirakan BI akan tetap memertahankan suku bungan acuannya.

Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para investor pada pekan ini, diantaranya adalah Rabu 24 April 2019 : Rilis data inflasi Australia. Kamis 25 April 2019: Kebijakan Moneter dan suku bunga Bank Sentral Jepang (BOJ), Rilis data durable goods AS. Jumat 26 April 2019: Rilis data GDP AS.

Data Ekonomi AS Topang Wall Street
Bursa Wall Street ditutup menguat jelang libur Paskah pada hari Kamis lalu, ditopang oleh sejumlah data ekonomi AS yang memperlihatkan kemajuan dan laporan kinerja keuangan yang positif dari sejumlah emiten, serta IPO dua perusahaan yang dinantikan investor yaitu Pinterest dan Zoom Video Communications.

Departemen Perdagangan AS merilis data penjualan ritel AS pada bulan Maret 2019 yang melampaui ekspektasi analis, naik 1,6% dan pada laju bulanan tercepat dalam satu setengah tahun terakhir.

Selain itu, jumlah orang AS yang mengajukan tunjangan pengangguran turun pekan lalu ke level terendah dalam 50 tahun. Dow Jones ditutup naik 110 poin (+0,42%) menjadi 26.559,54. Indeks S&P 500 menguat 4,58 poin (+0,16%) menjadi 2.905,03 dan Nasdaq menambahkan 1,98 poin (+0,02%) menjadi 7.998,06.

Untuk sepanjang pekan lalu, Bursa saham AS berakhir mixed, dengan Dow Jones naik +0,56% dan Nasdaq menguat +0,17%. Sedangkan S&P 500 melemah tipis -0,08%.

Tunggu Hasil Pemilu
Sementara dari dalam negeri, IHSG menguat 25,68 poin (+0,4%) ke level 6.507,221 jelang libur perayaan Jumat Agung pada kamis lalu. Investor asing tercatat membukukan net buy dalam jumlah besar dengan membeli saham senilai Rp1,41 triliun di pasar regular. Dalam sepekan, IHSG berhasil menguat +1,58% dengan diikuti oleh net buy asing di pasar reguler sebesar Rp421 miliar.

Sesuai perkiraan pekan sebelumnya, proses Pemilu 2019 yang berlangsung aman dan lancar menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG pada pekan lalu. Penguatan IHSG ditopang oleh aksi beli investor asing setelah proses hitung cepat Pilpres 2019 menunjukan hasil sesuai harapan pasar. Dari penghitungan sementara sejumlah lembaga survei, pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi dan Maruf Amin unggul dari pasangan 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Di sisi lain surplus neraca perdagangan sebesar US$540 juta pada Maret 2019 turut berkontribusi bagi laju IHSG. Sementara dari ekternal, pertumbuhan ekonomi China yang mencapai 6,4% pada kuartal I 2019,atau lebih baik dari perkiraan analis sebesar 6,3%, menjadi sentimen positif bagi bursa saham dunia.

Derasnya aliran dana investor asing yang masuk ke pasar saham Indonesia usai pemilu 2019, menunjukan kepercayaan diri pemodal asing terhadap IHSG. Kami memperkirakan IHSG bakal melanjutkan tren penguatannya hingga akhir tahun ini ke level 6.950 hingga 7.100. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa secara year to date, IHSG berhasil menguat +5,05%, dengan diikuti aliran modal asing yang masuk ke seluruh pasar sekitar Rp15 triliun.

Pascaeuforia pileg dan pilpres, saham-saham rekomendasi kami seperti BBRI, ASII, WIKA, PTPP dan BEST berhasil memberikan profit yang cukup besar bagi member kami sejak direkomendasikan beli.

Proses pemungutan suara pemilu 2019 telah selesai dilaksanakan dan melalui quick count dari beberapa lembaga survei semuanya menunjukan kalau sekitar 54%-55% suara dari pemilih telah memilih pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin menjadi pemenangnya. IHSG sempat melesat tajam hingga level 6.636, namun akhirnya mengalami pullback dan ditutup di level 6.507.

Penguatan IHSG menjadi terbatas karena pelaku pasar menanti kejelasan hasil resmi pemungutan suara dari KPU hingga 22 Mei 2019, setelah kedua capres mendeklarasikan kemenangan. Belum lagi apabila pihak yang kalah masih tidak puas dengan hasil KPU dan melayangkan tuntutan ke Mahkamah Konstitusi terkait hasil Pemilu.

Jadi untuk sementara euforia pemilu akan mereda dan pelaku pasar akan kembali menunggu sentimen selanjutnya yaitu rilis laporan keuangan kuartal I-2019 untuk mengukur kinerja emiten tahun ini.

Komentar

Embed Widget
x