Find and Follow Us

Selasa, 25 Juni 2019 | 00:56 WIB

Sambut Pilpres 2019, Mata Uang Garuda Bersinar

Selasa, 16 April 2019 | 13:39 WIB
Sambut Pilpres 2019, Mata Uang Garuda Bersinar
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (16/4/2019), diprediksi menguat. Bisa jadi menyambut pencoblosan besok.

Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih di Jakarta, Selasa (16/4/2019), mengatakan rupiah berpotensi bergerak positif didorong sentimen domestik yaitu suplusnya neraca perdagangan Maret 2019 yang dirilis kemarin (Senin, 15/4/2019). "Surplus neraca perdagangan mestinya bisa menjadi sentimen positif penguatan rupiah," ujar Lana.

Neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2019, mengalami surplus US$540 juta. Atau lebih tinggi ketimbang surplus Februari 2019 sebesar US$330 juta. Surplus neraca perdagangan ini, dipicu menurunnya impor, terutama bahan baku dan penolong.

Kendati surplus, neraca perdagangan periode Januari-Maret 2019, masih mengalami defisit US$190 juta. Defisit tersebut karena neraca perdagangan nonmigas mengalami surplus, sedangkan neraca perdagangan migasnya defisit. Jadi, jangan bangga dulu ya. Masih berat tantangan yang musti dihadapi.

Dari eksternal, sentimen datang dari neraca perdagangan China pada Maret 2019 yang tercatat surplus. Surplus tersebut dipicu optimisme global yang membaik, ditambah sentimen positif dari potensi kesepakatan perang dagang dengan AS dan berakhirnya faktor musiman Tahun Baru China (Lunar New Year).

"Kemungkinan ekspor China khususnya ke Amerika Serikat (AS) kembali membaik seiring dengan kesepakatan dagang yang mendekati final," kata Lana.

Rupiah pagi ini bergerak menguat tiga poin, atau 0,02% menjadi Rp14.060 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.063 per US$.[tar]

Komentar

Embed Widget
x