Find and Follow Us

Selasa, 25 Juni 2019 | 19:01 WIB

IHSG akan Tergantung Hasil Pemilu 2019

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 15 April 2019 | 00:17 WIB
IHSG akan Tergantung Hasil Pemilu 2019
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Untuk pekan ini, hasil Pemilu akan menjadi faktor penggerak IHSG. Secara teknikal, IHSG masih belum dapat mendobrak batas atas channel turunnya.

Menurut praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, koreksi IHSG pada pekan lalu, kembali membuat indeks masuk dalam fase konsolidasi lanjutan di dalam channel turun jangka pendeknya. Indikator teknikal MACD kembali death cross dan mulai bergerak turun ke bawah centreline, mengindikasikan IHSG cenderung mulai bergerak negatif. "Di perkirakan IHSG akan bergerak dikisaran 6.337 hingga 6.500 pada perdagangan pekan ini," katanya seperti mengutip dari hasil risetnya.

Pekan ini akan menjadi pekan yang pendek namun krusial bagi IHSG. Sebab hanya ada 3 hari perdagangan. IHSG akan libur pada hari rabu 17 April 2019 karena pelaksanaan pemilu yang akan memilih presiden dan legislative.

Sedangkan hari jumat 19 April 2019, libur memperingati Good Friday. IHSG diperkirakan akan bergerak signifikan dan berpeluang keluar dari konsolidasinya setelah ada hasil quick count pemilu pada hari Kamis.

Apabila hasil quick count tersebut sesuai harapan market, maka IHSG diperkirakan akan kembali menuju ke level 6,500, dan berpeluang melewati resistance level 6.581. Jika kondisi ini terjadi, IHSG berpotensi menuju level tertinggi sepanjang sejarah yang pernah di capainya pada februari tahun lalu di level 6.693.

"Namun apabila hasil quick count di luar dugaan dan tidak sesuai harapan market, maka IHSG berpeluang terkoreksi dan menjebol support area konsolidasi channel turun jangka pendeknya dan bergerak melemah."

Pada pekan ini, selain menunggu hasil pemilu, pelaku pasar akan mencermati data ekspor-impor dan neraca perdagangan bulan maret yang akan dirilis pada hari senin awal pekan besok. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para investor pada pekan ini, diantaranya adalah:

Selasa, 16 April 2016 akan ada Meeting dan Kebijakan Moneter Bank Sentral Australia (RBA), Rilis data pekerjaan Inggris, Rilis data perdagangan Jepang. Rabu, 17 April 2019: RIlis data GDP China, Rilis data inflasi Inggris, Meeting OPEC, Rilis data perdagangan AS.

Kamis, 18 April 2019: Rilis data pekerjaan Australia, Rilis data manufaktur zona euro, Rilis data penjualan ritel Inggris, Rilis data penjualan ritel AS, Rilis data inflasi Jepang.

Untuk awal pekan, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh rilis data perdagangan yang menurut konsensus diperkirakan akan kembali mengalami defisit perdagangan sebesar US$180 juta. IHSG bisa saja rebound dan menguat terbatas apabila neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus.

Sedangkan pada hari Selasa, IHSG diperkirakan akan berkonsolidasi dikisaran terbatas karena sehari jelang puncak pemilu 2019. IHSG baru akan bergerak signifikan pada hari kamis setelah keluar hasil quick count terlihat siapa capres yang unggul dalam pemilu kali ini. "Besar kemungkinan IHSG akan keluar dari konsolidasi channel turun jangka pendeknya yang terbentuk hampir selama 3 bulan terakhir."

Wall Street Manfaatkan Musim Laba
Bursa Wall Street pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, berhasil menguat didorong oleh kinerja pendapatan kuartal pertama dari JPMorgan yang melampaui perkiraan analis. sehingga meredakan kekhawatiran investor akan adanya persepsi kinerja kuartal satu emiten yang cenderung tertekan.

Saham JPMorgan naik 4,7% dan memimpin reli penguatan sektor perbankan. Dow Jones naik 269,25 poin (+1,03%) ke level 26,412,3, S&P 500 ditutup menguat 19,09 poin (+0,66%) mendekati rekor tertinggi menjadi 2.907,41 dan Nasdaq menambahkan 36,81 poin (+0,46%) ke posisi 7.984,16.

Dalam sepekan, Bursa saham AS berakhir mixed, dengan Dow Jones turun tipis -0,05%, sedangkan S&P 500 naik +0,51% dan Nasdaq menguat +0,57%. Musim rilis kinerja keuangan emiten akan menjadi sentimen bagi bursa wall street dalam beberapa minggu ke depan.

Asing Net Sell
Sementara dari dalam negeri, IHSG melemah tipis 4,3 poin (-0,07%) ke posisi 6.405,86 pada akhir pekan. Investor asing tercatat membukukan net sell dengan menjual saham senilai Rp614 miliar di pasar regular. Untuk sepanjang pekan, IHSG melemah -1,05%, meski capital inflow cenderung stabil dan investor asing tercatat masih membeli saham dengan membukukan net buy sebesar Rp448 miliar di pasar reguler.

Komentar

Embed Widget
x