Find and Follow Us

Jumat, 26 April 2019 | 12:50 WIB

Bisakan BRIC Terus Gerakkan Ekonomi Dunia?

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 14 April 2019 | 09:05 WIB
Bisakan BRIC Terus Gerakkan Ekonomi Dunia?
(Foto: ist)

INILAHCOM, New York - Akronim BRIC diciptakan oleh kepala ekonom Goldman Sachs, Jim O'Neill pada tahun 2001. Dia memperkirakan empat negara berkembang - Brasil, Rusia, India, dan Cina - sedang dalam perjalanan untuk membentuk kembali ekonomi dunia.

Untuk suara yang kontra dengan O'Neill mengatakan negara-negara itu terlalu berbeda secara budaya dan sosial untuk dikelompokkan bersama dan pada akhirnya, itu adalah taktik pemasaran Goldman Sachs.

Namun, pada dekade pertama, negara-negara tersebut memenuhi semua harapan dan melampaui harapan. Bank investasi, lembaga think tank dan akademisi memanfaatkan keberhasilan dan semua orang berbicara tentang BRIC. Pada 2010, kelompok itu menambahkan Afrika Selatan, membuat akronimnya BRICS seperti mengutip cnbc.com.

Negara-negara berkembang dari kurang dari 20% GPD dunia pada tahun 2003 menjadi sekitar 30% 10 tahun kemudian. China dan India tumbuh secara eksponensial. Sementara kenaikan harga komoditas membuat Brasil dan Rusia berada dalam kecepatan yang baik, untuk memenuhi prediksi O'Neill.

Tetapi tidak lama setelah krisis keuangan, faktor-faktor eksternal yang dikombinasikan dengan gejolak internal yang serius terbukti terlalu banyak bagi kelompok itu. Sementara China dan India tumbuh dengan mantap hari ini, Rusia dan Brasil telah berada di arah yang berlawanan.

Komentar

Embed Widget
x