Find and Follow Us

Sabtu, 21 September 2019 | 03:55 WIB

Intiland Kembangan Lahan Dekat Stasiun MRT

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 12 April 2019 | 10:37 WIB
Intiland Kembangan Lahan Dekat Stasiun MRT
PT Intiland Development Tbk (DILD) - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Intiland Development Tbk (DILD) memanfaatkan lokasi strategis dekat stasiun Mass Rapid Transit (MRT) dengan menggarap proyek pengembangan mixed use & high rise Poins Squere Jakarta Selatan.

Pengembangan tersebut dilakukan dengan mengandalkan anak usahanya PT Inti Sarana Ekaraya dengan menjalin kerja sama kemitraan dengan PT Menara Prambanan. Kemitraan tersebut untuk mengembangan dan mengelola kepemilikan Poin Squere yang berisi fasilitas area ritel dan komersial.

Keduanya pada Kamis (11/4/2019) membentuk PT Inti Menara Jaya dengan kepemilikan masing-masing 50%. "Kami yakin kolaborasi ini memberikan nilai tambah bagi Poins Squere yang lokasinysangat strategis di samping stasiun MRT Lebak Bulus, sehingga akan menjadi simpul pertemuan utama bagi warga yang memanfaatkan moda transportasi tersebut," kata Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland seperti mengutip dari keterbukaan informasi di BEI, Jumat (12/4/2019).

Kerja sama tersebut meliputi pengembangan, pengelolaan, penjualan atau penyewaan unit-unit strata title maupun area-area komersial yang terdapat di Poins Squere seluas 36,2 ribu meter persegi.

PT Menara Prambanan merupakan pengembang yang membantun Poins Squere pada tahun 2005. Poins Squere merupakan proyek mixed use & high rise terpadu seluas 2,5 ha di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

PT Intiland Development Tbk (DILD) didirikan tanggal 10 Juni 1983 dan memulai kegiatan usaha komersialnya sejak 01 Oktober 1987.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Intiland Development Tbk adalah Truss Investment Partners Pte. Ltd. (melalui kustodian UBS AG Singapore) (pengendali) (22,24%) dan Strand Investment Ltd. (melalui kustodian Credit Suisse Singapore) (pengendali) (19,89%). Pemegang saham publik sebesar 38,9%.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan DILD terutama meliputi bidang usaha pembangunan dan persewaan perkantoran. Bisnis utama Intiland meliputi: pengembangan kawasan perumahan, bangunan tinggi berkonsep (mixed-use & high rise), perhotelan dengan brand "Whiz" dan kawasan industri.

Proyek-proyek yang dikembangkan dan dijalankan oleh Intiland, antara lain: 1). Kawasan hunian yang berlokasi di Tangerang meliputi: Aeropolis, Talaga Bestari dan Magnolia;; untuk lokasi Jakarta: Serenia Hills, 1 Park Avenue, Regatta, Pinang Residence 2, Beach Terrace Apartment; dan lokasi surabaya: Graha Famili dan Graha Natura; 2).

Kawasan superblok yang berlokasi di Jakarta meliputi: South Quarter, Kebon Melati, H-Island, West One City dan Intiland Tower; dan untuk lokasi Surabaya: Praxis, Intiland Tower, Sumatra 36, Graha Festival (Spazio, Spazio Tower dan National Hospital); dan 3). Kawasan industri, yakni Ngoro Industrial Park, Mojokerto Jawa Timur.

Saham DILD Jumat pagi dibuka di harga Rp354 per saham. Saat ini saham DILD di harga Rp340 per saham.

Komentar

x