Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 15:04 WIB

Rugi PT Krakatau Steel Turun Jadi US$77,1 Juta

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 9 April 2019 | 01:01 WIB
Rugi PT Krakatau Steel Turun Jadi US$77,1 Juta
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) hanya mampu memangkas sedikit kerugian per 31 Desember 2018 menjadi US$77,1 juta dari rugi sebesar US$86,09 juta pada periode yang sama tahun 2017.

Padahal pendapatan neto perseroan naik menjadi US$1,7 miliar dari US$1,4 miliar. Untuk rugi bruto menjadi US$158,83 juta dari US$219,12 juta. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Senin (8/4/2019).

Untuk periode ini perseroan mengalami rugi operasi menjadi US$3,3 juta dari laba operasi sebesar US$50,7 juta. Untuk rugi sebelum pajak penghasilan menjadi US$81,4 juta dari US$82,34 juta.

Untuk beban pajak menjadi US$4.237 dari manfaat pajak penghasilan menjadi US$3,7 juta. Jadi rugi bersih turun menjadi US$77,1 juta dari rugi US$86,09 juta.

Untuk total aset perseroan menjadi US$4,2 miliar dari US$4,1 miliar. Sedangkan total liabilitas perseroan menjadi US$2,4 miliar dari US$2,2 miliar. Untuk total ekuitas menjadi US$1,8 miliar dari US$1,85 miliar.

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) didirikan 27 Oktober 1971 untuk mengambil alih proyek pabrik baja Trikora dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1971.

Pemegang saham pengendali Krakatau Steel (Persero) Tbk adalah Pemerintah Republik Indonesia, dengan memiliki 1 Saham Preferen (Saham Seri A Dwiwarna) dan 80,00% di saham Seri B. Pemegang saham publik sebesar 20%.

Kegiatan bisnis Krakatau Steel terutama meliputi bidang produksi, perdagangan dan pemberian jasa. Kegiatan Krakatau Steel saat ini meliputi, industri baja terpadu, yang memproduksi besi spons, slab baja, billet baja, baja lembaran panas, baja lembaran dingin.

Selain itu bisnis batang kawat serta melalui anak usaha, KRAS juga memproduksi jenis produk baja untuk industri-industri khusus, antara lain pipa spiral, pipa ERW, baja tulangan, dan paja profil.

Komentar

x