Find and Follow Us

Rabu, 24 Juli 2019 | 11:23 WIB

PT Tiga Pilar juga Miliki Kisruh Internal

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 8 April 2019 | 14:40 WIB
PT Tiga Pilar juga Miliki Kisruh Internal
PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk ( AISA - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kisruh internal PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk ( AISA) masih menemui jalan buntu. Pasalnya, belum ada kata sepakat antara Direktur Utama AISA yang baru, Hengky Koestanto dan mantan Dirut AISA, Stefanus Joko Mogoginta.

Hengky Koestanto mengatakan pihaknya kini tengah serius untuk menyelesaikan persoalan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) dengan pihak ketiga senilai Rp5,2 triliun. Untuk menunaikan kewajiban itu maka pemulihan operasional produksi perseroan dapat terjadi.

"Pemulihan operasional dan produksi akan berjalan baik jika perdamaian dengan manajemen lama dapat tercapai, pasalnya 10 anak usaha masih dibawah kendali Pak Joko ( Dirut AISA lama)," kata dia di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Ia menjelaskan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan manajemen lama sejak Desember 2018, sembari meminta berapa hal kepada Joko Mogoginta.

"Pertama kami minta uang hasil divestasi AISA pada GOLL (PT Golden Plantation Tbk) senilai Rp521 miliar beserta bunganya," pinta dia.

Selain itu, dia meminta Joko untuk mengembalikan uang deposito milik anak usaha perseroan yakni PT Putra Taro Polama senilai Rp20 miliar. "Kalau itu dikembalikan maka persoalan PKPU akan teratasi," kata dia.

Sedangkan dari sisi Joko Mogoginta, kata dia, juga menyampaikan beberapa permintaan. Di antaranya, Joko meminta tetap pada posisinya sebagai komisaris di beberapa anak usaha emiten produsen makanan itu.

Ia menambahkan saat ini, pihaknya hanya memegang kendali atas tiga anak usaha. Yakni, PT Putra Taro Polama, PT Subafood Pangan Jaya dan PT Surya Cakra Sejahtera. "Tiga anak usaha ini sudah mulai recovery dan sampai kuartal I 2019 telah mencatatkan pendapatan Rp200 miliar," kata dia.

Ia berharap, jika semua anak usaha telah berada di tangan manajemen baru maka pendapatan perseroan akan kembali normal di kisaran Rp1,8 triliun hingga Rp2 triliun. "Kami harap September 2019 semua anak usaha sudah dibawah kendali kami," harap dia. [hid]

Komentar

x