Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 14:00 WIB

Kisruh AISA, Publikasi Audit Investigasi Disoal

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 30 Maret 2019 | 16:00 WIB
Kisruh AISA, Publikasi Audit Investigasi Disoal
PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Manajemen PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dinilai berlebihan, karena mengumumkan hasil audit investigasi laporan keuangan 2017 oleh Kantor Akuntan Publik terafiliasi Ernst & Young (E&Y).

"Laporan audit investigasi EY sebenarnya dokumen tersebut untuk keperluan internal perusahaan Tiga Pilar dan sebagai basis dalam menyelesaikan masalah. Jadi dokumen itu untuk keperluan internal emiten," kata Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Tarkosunaryo dalam keterangan persnya, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Dia menilai, seharusnya laporan tersebut tidak dipublikasikan seperti itu. Karena, pengumuman itu tidak menyelesaikan masalah. Sebaiknya segera perbaiki laporan keuangan, jika memang ada indikasi kesalahan penyajian.

"Kemudian undang auditor dan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan laporan keuangan dan hal lain untuk menyelesaikan masalah. Laporan keuangan yang diperbaiki itulah yang diumumkan ke publik," ujarnya.

Lebih jauh, dia menilai audit EY jelas tidak menyatakan opini kehandalan informasi. Selain itu dalam dokumen audit investigasi EY banyak sekali hal yang perlu dipertanyakan.

Pasalnya, dia memelihat EY dalam laporannya menyatakan tidak melakukan verifikasi untuk meyakinkan bahwa informasi yang diterima sebagai dasar investigasi dapat dipercaya dan sebagaimana nyatanya, termasuk keaslian dan keabsahan.

Dalam hal ini, Tarkosunaryo mengatakan sebaiknya pihak manajemen segera membereskan masalah internal perusahaan. Kasus ini bermula dari laporan keuangan AISA untuk tahun buku 2017 yang dipersoalkan manajemen baru yang ditunjuk pada Oktober 2018. Selanjutnya, pihak manajemen meminta EY melakukan investigasi atas laporan keuangan 2017. "Bereskan dulu di internal, klarifikasi ke manajemen lama dan auditor nya," ungkap Tarko. [ipe]


Komentar

Embed Widget
x