Find and Follow Us

Rabu, 22 Mei 2019 | 13:45 WIB

Ekonomi Boleh Landai, Kinerja BBTN Tetap Moncer

Kamis, 28 Maret 2019 | 19:20 WIB
Ekonomi Boleh Landai, Kinerja BBTN Tetap Moncer
(Foto: inilahcom/Wirasatria)

INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang 2018, kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero/BTN) Tbk mampu meraih target. Padahal, perekonomian nasional dan global, masih diselimuti ketidakpastian.

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, perseroan telah melalui tantangan itu dengan mencatatkan kinerja positif. "Kami bersyukur telah melalui sejumlah tantangan yang menghadang selama tahun 2018. BTN dapat melaluinya dengan baik," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Kata Maryono, sejumlah tantangan itu adalah ketidakpastian perekonomian global dengan naiknya suku bunga The Fed. Kemudian kenaikan BI 7 Days Repo Rate yang tercatat sampai 6 kali, dari 4,25% menjadi 6%, atau sekitar 175 basis points (bps).

Disamping itu, kata dia, persiapan penerapan PSAK 71 yang akan dimulai di awal 2020, bank lebih awal mencadangkan CKPN dalam jumlah yang cukup besar. Meskipun demikian, BTN dapat melalui itu dengan catatan kinerja positif pada 31 Desember 2018.

"Kami telah menjalankan bisnis secara on the track dan prudent. Pemberian kredit kepada masyarakat tumbuh. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh. Aset perseroan meningkat. Perolehan laba perseroan positif. Secara bisnis kita on the track dan tumbuh lebih baik," ujarnya.

Hingga akhir Desember 2018, total aset emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) berkode saham BBTN ini, mencapai Rp306,4 triliun. Meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp261,4 triliun.

Pertumbuhan aset ini mencapai 17,24% atau berada diatas rata-rata industri yang tercatat 9,21%.
Sementara itu kredit dan pembiayaan yang diberikan tercatat mencapai Rp237,8 triliun, meningkat dibanding 2017 yang mencapai Rp198,9 triliun. Kredit dan pembiayaan ini tumbuh 19,48%.

"Angka tersebut jauh diatas rata-rata pertumbuhan yang dicatatkan industri sebesar 11,75%. Melesatnya kredit Bank BTN didorong oleh Program Satu Juta Rumah yang berhasil mendongkrak kinerja kredit perumahan," paparnya.

Maryono bilang, BTN telah memiliki profile bisnis yang jelas. Di mana, sebesar 80% portofolio kreditnya merupakan kredit konsumer dengan profile 90% merupakan kredit perumahan (KPR) yang menjadi core business perseroan sejak 1974.

Dari porsi KPR ini, sebesar 56% merupakan KPR subsidi dan sisanya 44% adalah KPR non-subsidi. Sementara untuk bersaing dengan pasar, 20% sisanya dialokasikan untuk kredit komersial.

Kinerja kredit BTN tersebut mendorong perseroan menjadi pemimpin pasar di segmen KPR dengan menguasai 39,35% persen pangsa pasar KPR di Indonesia, naik dari tahun sebelumnya yang tercatat 37%. "Bank BTN tetap menjadi pemimpin pasar KPR dengan pangsa pasar lebih baik dari tahun sebelumnya," tuturnya.

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan sepanjang 2018 tercatat Rp230,3 triliun, tumbuh 19,34% dibandingkan DPK 2017. Pertumbuhan ini jauh diatas rata-rata industri yang berada di kisaran 6,45%.

Pertumbuhan DPK ini memperkuat likuiditas Bank BTN. Tercatat Liquidity Coverage Ratio Bank BTN sebesar 108,99% di atas ambang batas yang disyaratkan Bank Indonesia (BI). [tar]

Komentar

x