Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 17:18 WIB

LPEI Bantu WIKA Bangun Rumah Murah di Aljazair

Kamis, 28 Maret 2019 | 04:09 WIB
LPEI Bantu WIKA Bangun Rumah Murah di Aljazair
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap, kehadiran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank, berkontribusi terhadap diversifikasi ekspor Indonesia ke pasar internasional.

"Saya harap LPEI merupakan instrumen yang bisa digunakan untuk makin mendiversifikasi ekspor Indonesia sehingga kita tidak hanya tergantung pada a few commodity, a few market, yang kemudian akan buat ekonomi kita menjadi vulnerable," ujar Sri Mulyani usai menyaksikan penandatanganan perjanjian Kredit Modal Kerja Ekspor (KMKE) antara LPEI atau Indonesia Eximbank dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk di Kantor LPEI, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

LPEI memberikan pembiayaan berupa KMKE senilai Rp187,7 miliar kepada WIKA untuk proyek pembangunan perumahan bersubsidi di Aljazair. Di mana, WIKA mendapatkan kepercayaan dari pemerintah Aljazair membangun 1.700 unit rumah bersubsidi (logement) di Baraki dan El-Harrach, wilayah Algier dan juga 2.250 unit di Ain Defla dan Khemis Miliana wilayah Blida.

Sri Mulyani mengatakan, pembangunan perumahan di Aljazair oleh kontraktor Indonesia merupakan salah satu bentuk misi untuk mengekspor jasa untuk negara-negara yang dianggap non tradisional atau "non traditional market", termasuk Aljazair di mana neraca perdagangan Indonesia dengan negara tersebut masih negatif.

"Aljazair adalah negara pengekspor minyak dan gas yang termasuk cukup penting di dunia, kita mengimpor dari Aljazair. Sehingga dengan adanya kegiatan ekspor jasa, termasuk konstruksi ini, akan bisa mengurangi defisit transaksi perdagangan antara Indonesia dengan Aljazair," katanya.

Pembiayaan ekspor yang diberikan LPEI kepada WIKA, melalui skema penugasan khusus ekspor, atau National Interest Account (NIA) yang memang diharapkan membantu peningkatan volume nilai ekspor Indonesia.

Kata wanita yang akrab disapa Ani ini, melalui skema NIA diharapkan bisa meningkatkan daya saing perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk masuk ke pasar internasional.

"Seperti yang disampaikan WIKA, mereka akan memiliki percaya diri yang lebih untuk masuk dan mengikuti proses "bidding" internasional. Di Aljazair ini mereka memenangkan "bidding" mengalahkan kontraktor dari Turki. Ini merupakan suatu prestasi yang cukup baik. Saya harap perusahaan di Indonesia semakin meningkatkan kemampuan untuk hadir di pasar internasional dan kita akan mendukungnya," ujar Ani.

Keputusan Menteri Keuangan No.787/KMK.08/2017 memang memberikan mandat kepada LPEI untuk menyalurkan fasilitas ekspor dalam bentuk pembiayaan, penjaminan dan asuransi untuk mendorong ekspor ke negara kawasan Afrika.

Fasilitas ekspor yang disediakan oleh LPEI untuk mendukung program pemerintah dalam mendorong ekspor ke negara kawasan Afrika menggunakan skema NIA karena ekspor ke negara pasar non tradisional (non-traditional market) secara komersial kurang layak dan berisiko dalam pembiayaan serta memiliki tingkat risiko politik yang tinggi. [tar]

Komentar

Embed Widget
x