Find and Follow Us

Selasa, 22 Oktober 2019 | 04:03 WIB

Ini Alasan BEI Kaji Laporan Keuangan PT Tiga Pilar

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 27 Maret 2019 | 12:41 WIB
Ini Alasan BEI Kaji Laporan Keuangan PT Tiga Pilar
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia - (Foto: Inilahcom/M Fadil Djailani)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan audit investasi terhadap laporan keuangan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) tahun 2017.

Dari hasil kajian itu, BEI akan memetakan persoalan untuk dipertanyakan kepada perusahaan makanan ringan tersebut.

"Kami akan petakan dulu masalahnya, setelah itu kami minta tanggapan manajemen AISA dan langkah apa yang akan di ambil manajemen terhadap temuan itu," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia di Gedung BEI Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Kantor Akuntan Publik yang berafiliasi dengan Ernst &Young dalam laporan auditnya menemukan kelebihan pengakuan atau overstatement piutang, persedian dan aset tetap Grup TPSF sebesar Rp4 triliun.

Menurut Akuntan Publik Deni R Tama, bahwa di sisi penjualan juga terdapat kelebihan pengakuan sebesar Rp662 miliar, serta EBITDA entitas Food sebesar Rp329 miliar.

Di samping itu, terdapat dugaan aliran dana sebesar Rp1,78 triliun dari grup TPSF kepada pihak-pihak yang terafiliasi dengan manajemen lama. Rincinya, aliran dana tersebut dengan menggunakan pencairan pinjaman grup TPSF dari beberapa bank oleh pihak terafiliasi grup TPSF.

Padahal, dalam laporan keuangan AISA tahun 2017, hal itu tidak dicantumkan sebagai transaksi terafiliasi. Sehingga berpotensi melanggar peraturan terkait transaksi afiliasi dan benturan kepentingan transaksi tertentu.

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (TPS Food) (AISA) didirikan pada tanggal 26 Januari 1990 dengan nama PT Asia Intiselera dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1990.

Lokasi pabrik mie kering, biskuit dan permen terletak di Sragen, Jawa Tengah. Usaha perkebunan kelapa sawit terletak di beberapa lokasi di Sumatera dan Kalimantan. Usaha pengolahan dan distribusi beras terletak di Cikarang, Jawa Barat dan Sragen, Jawa Tengah.

Ruang lingkup kegiatan bisnis PT TPS Food meliputi usaha bidang perdagangan, perindustrian, peternakan, perkebunan, pertanian, perikanan dan jasa. Sedangkan kegiatan usaha entitas anak meliputi usaha industri mie dan perdagangan mie, khususnya mie kering, mie instan dan bihun, snack, industri biskuit, permen, perkebunan kelapa sawit, pembangkit tenaga listrik.

Selain itu, pengolahan dan distribusi beras. Merek-merek yang dimiliki TPS Food, antara lain: Ayam 2 Telor, Mie Instan Superior, Mie Kremezz, Bihunku, Beras Cap Ayam Jago, Beras Istana Bangkok, Gulas Candy, Pio, Growie, Taro, Fetuccini, Shorr, Yumi, HAHAMIE, Mikita, Hayomi, Din Din dan Juzz and Juzz. [hid]

Komentar

Embed Widget
x