Find and Follow Us

Minggu, 19 Mei 2019 | 20:19 WIB

Saham Ritel Bisa untuk Jangka Panjang

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 13 Maret 2019 | 00:15 WIB
Saham Ritel Bisa untuk Jangka Panjang
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Laporan data penjualan ritel yang positif dan adanya capital inflow (year-to-date) menunjukkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat.

Itu sudah membuat sentimen yang positif bagi saham-saham sektor ritel, untuk itu investor diyakini masih bakal mengkoleksi saham-saham ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hal tersebut dikatakan Analisis pasar modal Mirae Asset Sekuritas, Christine Natasya kepada INILAHCOM, Selasa (12/3/2019).

Christine menjelaskan, sinyal membaiknya sektor ritel berasal dari peningkatan indeks penjualan ritel (IPR) Indonesia yang tumbuh 7,2% year on year (yoy) pada Januari 2019.

Sepanjang tahun lalu, pertumbuhan rata-rata IPR Indonesia mencapai 3,7% yoy atau lebih baik dari pencapaian 2017 yang hanya sebesar 2,9% yoy.

Peningkatan IPR Indonesia tampak terealisasikan pada pertumbuhan rata-rata penjualan tiap toko atau same store sales growth (SSSG) para pemain ritel.

Senada dengan Christine, analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya mengatakan data penjualan ritel yang positif dan adanya capital inflow (year-to-date) menunjukkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat.

Terlihat dari data penjualan eceran pada Januari 2019 tetap bertumbuh, tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) hasil Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia yang meningkat 7,2%.

William mengatakan, kondisi perekonomian domestik yang positif dapat berkontribusi terhadap kinerja emiten yang terkait sisi konsumsi.

Komentar

Embed Widget
x