Find and Follow Us

Minggu, 19 Mei 2019 | 19:26 WIB

PT Indonesia Infrastructure Finance Rugi Rp42,9 M

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 12 Maret 2019 | 13:23 WIB
PT Indonesia Infrastructure Finance Rugi Rp42,9 M
PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) mengalami kerugian hingga Rp42,94 miliar per 31 Desember 2018 dari periode yang sama 2017 yang juga rugi Rp81,62 miliar.

Pendapatan pada periode ini yang terdiri dari pendapatan bunga mencapai Rp730,5 miliar dari Rp624,28 miliar. Untuk pendapatan komisi menjadi Rp30,8 miliar dari Rp23,08 miliar. Jadi total pendapatan menjadi RP764,93 miliar dari Rp644,63 miliar.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Selasa (12/3/2019). Untuk beban bunga naik menjadi Rp632,844 miliar dari Rp498,877 miliar. Untuk beban administrasi menjadi Rp151,44 miliar dari Rp150,04 miliar.

Jadi total beban menjadi Rp811,62 miliar dari Rp739,09 miliar. Untuk rugi sebelum pajak menjadi RP46,69 miliar dari RP94,45 miliar. Manfaat pajak Rp3,7 miliar dari Rp12,83 miliar. Jadi rugi bersih menjadi Rp42,94 miliar dari Rp81,62 miliar.

Sedangkan total aset perseroan menjadi Rp10,5 triliun dari Rp12,97 triliun. Untuk total liabilitsa menjadi Rp8,4 triliun dari Rp10,7 triliun.

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) adalah lembaga keuangan swasta non-bank di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Peraturan (PMK) No. 100/2009, dikelola secara profesional, dengan fokus pada investasi dalam proyek infrastruktur yang layak secara komersial.

Pembentukan IIF adalah elemen kunci dari pengembangan strategis oleh Pemerintah Indonesia dan mitra pembangunan di antara lembaga keuangan internasional untuk mengatasi hambatan pada aliran investasi swasta dalam infrastruktur.

Tujuannya adalah untuk mengatasi kesenjangan utama dalam lanskap kelembagaan untuk pengembangan infrastruktur dan keuangan di Indonesia - entitas berorientasi komersial yang menyediakan produk berbasis dana seperti pembiayaan jangka panjang, produk non-dana seperti jaminan dan juga layanan konsultasi berbasis biaya untuk infrastruktur proyek.

Komentar

Embed Widget
x