Find and Follow Us

Selasa, 22 Oktober 2019 | 04:17 WIB

Siapa Ambil Untung di Saham ANTM?

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 12 Maret 2019 | 02:11 WIB
Siapa Ambil Untung di Saham ANTM?
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Hari Senin kemarin kenaikan tajam laba PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menghebohkan pasar. Investor ritel pun berburu saham ANTM saat bandar ramai-ramai melepasnya.

Laba BUMN pertambangan tersebut naik hingga 540% menjadi Rp874 miliar di 2018. Bagi investor awal, berita ini tentunya merupakan berita yang sangat baik. "Mereka berpikir, laba Antam meroket, berarti fundamentalnya bagus, sentimennya bagus, berarti ini waktunya untu membeli saham ini," kata analis saham, Argha J Karo Karo dalam risetnya, Senin (11/3/2019).

Padahal bila melihat praktiknya di bursa sepanjang perdagangan sesi 1 kemarin, terlihat jelas para investor-investor pemula sedang memborong saham-saham ANTM karena pemberitaan tersebut. Bagi para pengguna analisa technical juga kemungkinan akan melihat saham ini sedang berada di supportnya.

"Artinya risk rewardnya rendah, dan mungkin juga ikut nimbrung membeli saham ini, mumpung lagi ada berita bagus, jadi technical dan fundamentalnya mendukung," katanya seperti mengutip dari crative.trading.com.

"Kenapa kami menyebut investor-investor yang baru beraksi di atas adalah investor yang masih lugu ?! Karena investor tersebut belum memahami prinsip paling dasar dari pergerakan harga saham di bursa."

Maksudnya supaya terjadi pergerakan harga di bursa saham harus ada yang beli dan harus ada yang jual. Sayangnya memang ketika investor baru belajar saham, prinsip dasar tersebut sepertinya sengaja di skip supaya trading saham terlihat mudah.

Fokus pengajaran lebih ke fundamental, kalau fundamental bagus yaa harga pasti naik, atau ke technical kalau saham golden cross berarti harus beli. "Orang yang memahami market seperti masih merasa bursa saham seperti permainan monopoli, dan ada bank-nya yang tugasnya nyetakin duit, sehingga semua bisa cepat kaya, kalau kita rajin baca berita dan tarik-tarik garis di grafik," jelasnya.

Masalahnya bursa saham hanya bisa bergerak kalau ada yang beli dan ada yang menjualnya. Ini sesuai dengan prinsip dasar bandarmologi. Artinya ketika ada berita bagus, ketika ada ritel-ritel sibuk membeli saham seperti yang terjadi di ANTM di sesi 1 Senin kemarin.

"Tetap saja harus ada investor yang jualan ANTM sama banyaknya dengan yang diborong investor ritel."

Karena di bursa saham tidak ada komputer yang kerjanya mencetak saham supaya ketika permintaan meningkat seperti kemarin. Semua orang bisa kebagian saham meskipun tidak ada investor yang mau jualan ANTM, karena beritanya lagi bagus.

Pertanyaannya sekarang kalau berita ANTM sedang bagus, labanya naik 500%, dan ritel-ritel yang rajin baca berita dan rajin tarik-tarik garis semua memborong saham ANTM, lalu apa yang sedang dipikirkan investor yang sedang jualan ANTM saat ini. "Apakah mereka semua adalah investor-investor bodoh yang tidak ngerti fundamental, tidak baca berita, dan tidak bisa menarik garis ?! Ataukah sebenarnya kita yang sedang dibodohi."

Itu sebabnya pemahaman akan Ilmu Bandarmologi sangatlah fundamental, jika kita mau selamat dari kejamnya bursa. Karena hanya di dalam Ilmu Bandarmologi dibahas kalau berita seperti berita profit ANTM ini tidak mungkin baru diketahui bandar saham hari ini, ketika media-media membahas tentang kenaikan laba ANTM. Karena laba yang sedang dibahas ini adalah laba bulan Oktober Desember 2018 lalu, jadi TIDAK MUNGKIN para pemain besar baru tahu berita itu pagi ini, dan baru belanja pagi ini. Mereka pasti sudah tahu berita ini di akhir tahun lalu, atau paling lambat di awal tahun ini.

Bagi rekan-rekan yang sudah memahami Analisa Bandarmologi pun tentunya sudah mendeteksi adanya akumulasi bandar di saham ANTM sejak awal bulan Desember 2018 lalu. Ketika harga ANTM masih di Rp600an, dan sekarang harga ANTM sudah 1.000, jadi sangatlah wajar kalau saat ini bandar sudah siap untuk profit taking.

"Namun untuk bandar bisa ambil untung, tentunya dibutuhkan investor ritel yang membeli saham-saham yang mau mereka jual. Itu sebabnya berita ANTM harus dibuat sebaik mungkin, grafiknya juga kalau bisa dibuat sebaik mungkin, supaya baik investor yang menggunakan analisa technical, fundamental semuanya mau beli ANTM."

Kurang lebih itulah yang kemungkinan sedang terjadi di ANTM saat ini, jika kita melihat transaksi ANTM sepanjang sesi 1 pada broker Summary di atas, terlihat jelas broker-broker yang digunakan investor ritel menjadi TOP BUYER di saham ini YP (Mirae Asset Sekuritas), KK (Philips Sekuritas), CC (Mandiri Sekuritas) menjadi ketiga broker yang paling banyak beli saham ANTM di sesi 1 ini, broker-broker ritel lainnya pun semua dalam posisi net buyer.

Sementara broker-broker yang biasa dipakai bandar seperti YU (CIMB), DB (Deutche Bank) dan PC (FAC Sekuritas), sibuk melayani meningkatnya minat beli investor ritel tersebut, dan dengan senang hati PROFIT TAKING di harga saat ini, setelah dikeluarkannya berita baik tentang ANTM.

Kami tahu tidak semua investor suka dengan fakta bahwa bursa saham dikendalikan oleh bandar dan tidak perlu membaca koran untuk tahu kalau laba perusahaan meroket. "Mereka bisa tahu bahkan sebelum tutup tahun, sehingga bisa belannja barang dari kita, karena kita belum tau apa-apa, dan sekarang ketika kita diberi tahu mereka sudah untung dan bisa profit taking."

Komentar

Embed Widget
x