Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Maret 2019 | 19:16 WIB

Waduh..Laba Bersih PT Adaro Jatuh 13,5%

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 5 Maret 2019 | 14:03 WIB

Berita Terkait

Waduh..Laba Bersih PT Adaro Jatuh 13,5%
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang tahun 2018, kinerja keuangan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) kurang menggembirakan insan bursa. Emiten perusahaan tambang tersebut mencatat adanya penurunan laba bersih 13,5%.

Laba bersih ADRO hanya sebesar US$417,72 juta atau setara Rp5,84 triliun. Angka itu turun 13,5% dari perolehan laba bersih ADRO di 2017 sebesar US$483,23 juta, demikian mengutip keterangan resmi perusahaan, Selasa (5/3/2019).

Sebenarnya pendapatan usaha perusahaan naik cukup tinggi, yakni 11% dari US$3,26 miliar menjadi US$3,62 miliar, yang ditopang hampir 92% dari bisnis batu bara.

Namun sayangnya, justru beban pokok pendapatan perusahaan membengkak dari posisi US$2,12 miliar menjadi US$2,41 miliar. Beban usaha juga naik dari US$183,65 juta jadi US$194 juta. Beban lainnya juga naik dari US$6 juta menjadi US$124,3 juta.

"Kenaikan beban pokok pendapatan itu disebabkan oleh kenaikan nisbah kupas, volume, harga bahan bakar minyak (BBM), maupun pembayaran
royalti kepada Pemerintah Indonesia seiring kenaikan harga jual rata-rata," demikian keterangan perseroan.

Nisbah kupas gabungan rata-rata Adaro Energy mencapai 5,06x pada 2018, atau lebih tinggi daripada 2017 yakni 4,61x dan sedikit lebih tinggi daripada panduan yang ditetapkan sebesar 4,9x.

Kondisi cuaca yang baik pada kuartal III-2018 dan tingginya harga mendorong peningkatan aktivitas pengupasan lapisan penutup di tambang-tambang Adaro Energy dan menghasilkan kenaikan nisbah kupas. Konsumsi BBM perusahaan naik 15%, sementara biaya BBM meningkat 40% akibat
peningkatan pada aktivitas operasional dan harga BBM global.

Untuk pengelolaan fluktuasi harga BBM, Adaro Energy melakukan lindung nilai terhadap sekitar 20% dari kebutuhan BBM di 2018 pada harga yang lebih rendah daripada anggaran.

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) adalah perusahaan pertambangan batu bara terpadu yang berbasis di Indonesia. ADRO dan anak perusahaannya bergerak dalam bidang pertambangan batubara, perdagangan batubara, jasa kontraktor penambangan, infrastruktur, logistik batubara dan kegiatan pembangkit tenaga listrik. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Juli 2005.

Pemegang saham di atas 5% antara lain PT Adaro Strategic Investments sebesar 43,9%, pemegang saham publik 43,6% dan Garibaldi Thohir 6,1%.

Komentar

x