Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 16:32 WIB

Valuasi Saham ASII Terdiskon

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 5 Maret 2019 | 04:01 WIB
Valuasi Saham ASII Terdiskon
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba pada 2018 yang berhasil mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 15%.

Sepanjang 2018 laba bersih ASII tembus Rp21,67 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan laba periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp18,85 triliun.

Di tengah prediksi merosotnya penjualan kendaraan roda empat dan sektor agribisnis yang menurun pada tahun ini, lantas bagaimana prospek saham ASII, apalagi sepanjang di sesi satu pada hari ini Senin (4/3/2019) nett sell ASII mencapai yang tertinggi sebesar Rp58,06 miliar.

Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan aksi jual investor asing yang dilakukan pada saham ASII lebih dikarenakan aksi profit taking semata oleh para investor.

"Ini karena mekanisme pasar saja, IHSG saja mengalami profit taking pada hari ini, apalagi ditambah dengan laporan deflasi yang baru dirilis," kata Nafan saat dihubungi INILAHCOM, Jakarta, Senin (4/3/2019).

Nafan juga bilang pada tanggal 27 Februari 2019 saham ASII ditutup melemah 350 poin di level 7.250 mengakhiri perdagangan sesi I hari pada waktu itu, saham ASII turut menjadi penekan utama laju IHSG yang juga terkoreksi 72 poin di level 6.452.

"Pada waktu itu pergerakan Astra cukup terkoreksi, karena mungkin dipengaruhi oleh kondisi pasar otomotif yang memang harus ditingkatkan lagi," katanya.

Saat ini, valuasi saham ASII tengah terdiskon dengan forward PE ratiosebesar 11,9 kali atau -2 standar deviasi di bawah rata-rata historis 5 tahun dengan forward PE ratio14,7 kali. Namun, saham ASII ini masih relatif outperform apabila dibandingkan dengan indeks sektor aneka industri yang memiliki PE ratio sebesar 11,8 kali.

Secara teknikal analisis, candlesticksaham ASII membentuk bearish harami pattern yang mengindikasikan terjadinya pelemahan cukup dalam. Indikatorstochastic oscillator dan relative strength index terlihat pada posisi oversold.

Saham ASII kemarin berakhir di Rp7.150 per saham dari pembukaan di Rp7.200 per saham. Saham ASII termasuk net foerign sell hingga Rp113,2 miliar di harga Rp7.150.

Komentar

Embed Widget
x