Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Maret 2019 | 19:10 WIB

PT Latinusa Alami Rugi US$15,3 Juta

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 4 Maret 2019 | 13:38 WIB

Berita Terkait

PT Latinusa Alami Rugi US$15,3 Juta
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) pada akhir Desember 2018 mencatatkan rugi bersih US$1,537 juta, padahal periode yang sama tahun 2017 yang tercatat laba bersih sebesar US$1,359 juta.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan perseroan periode yang berakhir 31 Desember 2018 dengan telah audit yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia, Senin (4/3/2019).

Dalam data tersebut penjualan emiten kemasan timah ini tercatat US$163,135 juta atau naik 7,94% dibandingkan akhir Desember 2017 sebesar US$151,792 juta. Sedangkan beban pokok pendapatan mengalami kenaikan 9,21% dari US$141,57 juta menjadi US$154,76 juta.

Sedangkan kewajiban tercatat sebesar US$104,7 juta atau naik 23,8% dibanding akhir tahun 2017 sebesar US$84,4 juta.

Sementara ekuitas tercatat sebesar US$43,05 juta atau naik 4,87% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat US$41,64 juta. Adapun aset tercatat sebesar US$147,77 juta atau naik 16,66% dibanding akhir tahun 2017 yang sebesar US$126,1 juta.
Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Senin (4/3/2019). Sementara total aset menjadi Rp147,77 miliar dari Rp126,1 miliar. Sementara total liabilitas menjadi Rp104,7 miliar dari Rp84,4 miliar.

PT Pelat Timah Nusantara Tbk (dikenal dengan nama PT Latinusa) (NIKL) didirikan tanggal 19 Agustus 1982 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1986.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Pelat Timah Nusantara Tbk, antara lain Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp (pengendali) (35,00%), Mitsui & Co, Ltd (pengendali) (10,00%), Metal One Corporation (pengendali) (5,00%), Nippon Steel Sumikin Bussan (pengendali) (5,00%), Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) (20,10%) dan PT Baruna Inti Lestari (5,005%).

NIKL adalah emiten yang bergerak dalam bidang industri baja lembaran lapis timah (tinplate) dengan proses electrolytic dan revamping. Produk utama Latinusa adalah menyediakan produk tinplate dalam bentuk gulungan (coil) dan lembaran (sheet and scroll).

Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham NIKL (IPO) kepada masyarakat sebanyak 504.670.000 dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp325 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 14 Desember 2009.

Saham NIKL tadi pagi dibuka di harga Rp2.940 per saham.

Komentar

x