Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 09:35 WIB

PLN Rombak Jajaran Komisaris

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 4 Maret 2019 | 07:01 WIB
PLN Rombak Jajaran Komisaris
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PLN selaku penerbit obligasi Berkelanjutan II PLN Tahap III Tahun 2018 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II PLN Tahap III Tahun 2018 sebesar Rp2,535 triliun melakukan perubahan susunan dewan komisaris.

Dalam Rapat umum pemegang saham PLN menghentikan Oegroseno sebagai komisaris independen dan Andy Noorsaman Sommeng sebagai komisaris perusahaan. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Sabtu (2/3/2019).

Keduanya digantikan Deden Juhara untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan Oegroseno. Sedangkan Rida Mulyana menggantikan Andy Noorsaman.

Untuk itu susunan Dewan Komisaris PLN per 28 Februari antara lain Ilya Aviti sebagai Plt komut. Sedangkan anggota komisaris antara lain Deden Juhara, Darmono sebagai komisaris independen. Untuk Rida Mulyana dan Budiman sebagai komisaris.

Selain itu Ilya Aviati dan Aloysius Kiik Ro, Rionald Silaban, serta Darmawan Prasodjo juga masih menjadi komisaris PLN.

Pada akhir Februari lalu, BEI mencatat penerbitan obligasi Berkelanjutan II PLN Tahap III Tahun 2018 (Obligasi) dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II PLN Tahap III Tahun 2018 (Sukuk Ijarah) yang diterbitkan oleh PT PLN (Persero).

Obligasi tersebut dengan nilai nominal sebesar Rp2,535 triliun. Untuk seri A ( PPLN 02ACN3) dengan nilai nominal sebesar Rp457 miliar dan tingkat bunga 6,5%, jangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi.

Seri B ( PPLN 02BCN3) dengan nilai nominal sebesar Rp10 miliar tingkat bunga 6,8% dan memiliki jangka waktu 7 tahun sejak tanggal emisi. Seri C ( PPLN 02CCN3) dengan nilai nominal sebesar Rp341 miliar tingkat bunga 7,25%, jangka waktu 10 tahun sejak tanggal emisi.

Sedangkan seri D ( PPLN 02DCN3) dengan nilai nominal sebesar Rp362 miliar tingkat bunga 8,2% dan jangka waktu 15 tahun sejak tanggal emisi. Seri E ( PPLN 02ECN3) dengan nilai nominal sebesar Rp1,365 triliun tingkat bunga 8,75% dengan jangka waktu 20 tahun sejak tanggal emisi.

Sementara sukuk Ijarah Berkelanjutan II PLN Tahap III Tahun 2018 yang dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp698,5 miliar. Sukuk itu terdiri dari Seri A (SIPPLN02ACN3): dengan nilai nominal sebesar Rp104 miliar dengan cicilan Imbalan Ijarah Rp6,760 miliar per tahun dan jangka waktu 5 tahun sejak Tanggal Emisi.

Untuk seri B (SIPPLN02BCN3): dengan nilai nominal sebesar Rp88 miliar dengan cicilan Imbalan Ijarah Rp6,38 miliar per tahun dan jangka waktu 10 tahun sejak Tanggal Emisi. Seri C (SIPPLN02CCN3): dengan nilai nominal sebesar Rp57,5 miliar dengan cicilan Imbalan Ijarah Rp4,715 miliar per tahun dan jangka waktu 15 tahun sejak Tanggal Emisi.

Seri D (SIPPLN02DCN3): dengan nilai nominal sebesar Rp449 miliar dengan cicilan Imbalan Ijarah Rp39,287 miliar per tahun dan jangka waktu 20 tahun sejak Tanggal Emisi.

Sementara hasil pemeringkatan untuk Obligasi dan Sukuk Ijarah ini dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) masing-masing adalah idAAA (Triple A) dan idAAA(sy) (Triple A Syariah). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Komentar

Embed Widget
x