Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 21:06 WIB

Ini Pemicu Aset dan Liabilitas WEGE Naik di 2018

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 4 Maret 2019 | 02:01 WIB
Ini Pemicu Aset dan Liabilitas WEGE Naik di 2018
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menjelaskan perolehan proyek baru telah meningkatkan total aset perseroan per 31 Desember 2018.

Peningkatan tersebut seiring dengan bertambahnya current asset hingga 26% menjadi RP5,2 triliun dari Rp4,1 triliun. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, akhir pekan lalu.

Artinya dengan meningkatnya proyek baru maka terdapat peningkatan uang muda yang iberikan dengan kenaikan 59% menjadi Rp208,94 miliar dari Rp141,07 miliar. Dana itu merupakan uang muka pemasok, uang muka subkontraktor, uang muka pembelian asset dan uang muka mandor.

Peningkatan signifikan juga terjadi pada tagihan bruto yang naik sebesar 115% menjadi Rp1,3 triliun dari Rp625,24 miliar seiring peningkatan usaha pada pihak berelasi.

Untuk piutang pjak atas pajak masukan di sisi aset bertambah seiring dengan bertambahnya utang pemasok. Begitu pula dengan piutang pajak atas pph final di bayar di muka di sisi aset bertambah seiring dengan bertambahnya yang muka pelanggan atau pembayaran owner atas perolehan proyek-proyek baru.

Bertambahnya piutang pajak atas ppn keluaran pun seiring dengan bertambahnya piuang yang ditagihkan kepad apihak pembeli keja atau owner.

Peningkatan juga berasal dari noncurrent asset dengan adanya proyek-proyuek joint venture. Jadi memicu kenaikan aset kerja sama operasi sebesar 172% menjadi Rp115,47 miliar dari Rp42,5 miliar.

Untuk investasi pada venturea bersama di tahun 2018 sebanyak 42% menjadi Rp231,58 miliar dari Rp162,56 miliar. Sebab perseroan mengerjakan proyek paket sekolah 1, paket sekolah 2, paket sekolah 5, dan proyek perluasan bandara Banjarmasin.

Peningkatan mencapai 119% karena investas perusahaan pada WIKA Bitumen dengan peningkatna modal dasar sebanyak 637 saham atau Rp637 juta atau naik menjadi 687 saham senilai Rp1,17 miliar.

Sementara untuk peningkatan liabilitas perseroan terjadi seiring peningkatan utang usaha sebesar 185% menjadi Rp2,03 triliun dari Rp713,43 miliar. Kenaikan sebesar 90% dari Rp348,96 miliar menjadi Rp663,47 miliar. Sumbernya dari peningkatan cadangan yang akan dibayar pada pekerjaan proyek serta bonus dan tantiem.

Perseroan juga menggunakan noncash loan dengan jangka waktu 120 hari yang belum jatuh tempo pada cut off 31 Desember 2018 sehingga masih terdapat beberapa utang pemasok dan utang subkon.

PT Wijaya Karya Bagunan Gedung Tbk (WEGE) bergerak di bidang konstruksi, investasi dan konsensi. WIKA Gedung merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Berdiri pada 24 Oktober 2008, WIKA Gedung memulai usaha di bidang konstruksi bangunan gedung.

Pemegang saham WEGE adalah PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebesar 69,3% dan publik 30%. Saham WEGE pada penutupan Jumat (1/3/2019) di Rp330 per saham dari pembukaan di Rp334 per saham.

Komentar

x