Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 23:28 WIB

Aneka Tambang Masih Andalkan Komoditas Ini di 2019

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 27 Februari 2019 | 13:35 WIB
Aneka Tambang Masih Andalkan Komoditas Ini di 2019
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menargetkan pertumbuhan produksi dan penjualan komoditas utama yakni feronikel, emas, bijih nikel dan bijih bauksit yang signifikan di tahun 2019.

Untuk feronikel, menargetkan volume produksi di tahun 2019 sebesar 30.280 ton nikel dalam feronikel (TNi), meningkat 21% dibandingkan dengan realisasi produksi unaudited tahun 2018 sebesar 24.868 TNi.

Peningkatan target ini sejalan dengan strategi ANTAM untuk meningkatkan utilisasi operasi pabrik Feronikel Pomalaa. Selain itu perseroan akan memulai mengoperasikan pabrik Feronikel di Halmahera Timur pada semester kedua tahun 2019.

Perseroan juga menargetkan penjualan feronikel sebesar 30.280 TNi atau meningkat 25% dibandingkan realisasi penjualan unaudited tahun 2018 sebesar 24.135 TNi.

Untuk komoditas emas, menargetkan bisa memproduksi sebesar 2.036 kg (65.458 troy oz (t.oz)). Produksi ini dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung.

Untuk tingkat penjualan emas mencapai 32.036 kg (1.029.981 t.oz), tumbuh sebesar 14% dibandingkan realisasi penjualan emas unaudited tahun 2018 sebesar 27.894 kg (896.812 t.oz).

Peningkatan penjualan ini seiring dengan ekspektasi peningkatan jangkauan pemasaran produk Logam Mulia, baik di pasar domestik maupun ekspor.

Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan tahun 2019, perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja operasional melalui peningkatan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama yang berbasis pada nikel, emas dan bauksit.

"Selain itu, kami berfokus untuk menjaga level biaya tunai produksi tetap rendah, sejalan dengan komitmen ANTAM untuk memberikan nilai yang positif bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan. Kami optimis kinerja Perusahaan akan terus tumbuh di masa yang akan datang," kata Arie dalam rilisnya, Rabu (27/2/2019).

Untuk mendukung peningkatan target produksi feronikel, pada tahun 2019 menargetkan total produksi bijih nikel sebesar 10,50 juta wet metric ton (wmt). Target ini, meningkat 12% dibandingkan capaian produksi bijih nikel unaudited tahun 2018 sebesar 9,32 juta wmt.

Peningkatan produksi bijih nikel tersebut akan digunakan sebagai bahan baku produksi feronikel ANTAM serta untuk mendukung penjualan bijih nikel. Sedangkan total penjualan bijih nikel, tahun 2019 sebesar 8 juta wmt yang ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor. Target ini, tumbuh 26% dibandingkan realisasi penjualan tahun 2018 sebesar 6,33 juta wmt.

Untuk bijih bauksit, perseroan menargetkan produksi di tahun 2019 sebesar 3,17 juta wmt, tumbuh 188% dibandingkan realisasi produksi tahun 2018 sebesar 1,10 juta wmt. Sedangkan untuk penjualan bijih bauksit tahun 2019 ditargetkan sebesar 3,22 juta wmt, naik sebesar 250% dibandingkan realisasi penjualan tahun 2018 sebesar 920 ribu wmt.

Peningkatan produksi dan penjualan bijih bauksit seiring untuk pemenuhan permintaan pasar domestik maupun ekspor.

Komentar

x