Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 06:43 WIB

Usai IPO, PT Armada Berjaya Berani Borong 61 Truk

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 21 Februari 2019 | 11:33 WIB
Usai IPO, PT Armada Berjaya Berani Borong 61 Truk
Direktur Utama JAYA Darmawan Suryadi - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) yang sudah meraup dana hasil IPO sebesar Rp43,20 miliar segera memborong sedikit 61 truk untuk memperkuat lini bisnisnya.

Direktur Utama JAYA Darmawan Suryadi mengatakan sebagian besar dana yang di dapat bakal digunakan perusahaan untuk membeli truk hampir 88%.

"Sebagian besar memang kita akan gunakan untuk membeli truk, sebanyak 61 unit," kata Darmawan saat mencatatkan saham perdana JAYA di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/2/2019).

Sebagai emiten angkutan barang umum menggunakan peti kemas, lanjut Darmawan ketersedian armada menjadi sangat vital, lantaran menjadi tulang punggung pendapatan bagi perusahaan.

"Layanan peti kemas kita kan bisa macam-macam, bisa untuk ekspor antar pulau juga, jadi fleksibel saja," katanya.

Nah sisanya dari penggunaan dana hasil IPO sekitar 11,12% untuk pembuatan karoseri unit truk, dan 0,24% untuk modal kerja.

Kamis pagi, PT Armada Berjaya Trans Tbk secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan skema Initial Public Offering (IPO). Dalam aksi korporasi tersebut, emiten ke-6 yang catatkan saham pada 2019 ini melepas 150 juta saham dengan nilai nominal Rp100 ke publik dalam rangka penawaran saham.

Jumlah tersebut sebanyak 40% saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO. Harga perdana saham Rp288. Jadi total dana yang diraup dari hasil IPO sebesar Rp43,20 miliar.

Selain itu, perseroan juga menerbitkan sebanyak 75 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan. Jumlah tersebut sebanyak-banyaknya 33,33% dari total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham.

Setiap pemegang dua saham baru, perseroan berhak memperoleh satu waran dengan setiap waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru. Harga pelaksanaan waran sebesar Rp680. Waran ini diberikan sebagai pemanis dalam IPO untuk menarik investor.

Distribusi saham dan waran secara elektronik dilakukan pada 20 Februari 2019. Awal perdagangan waran seri I pada 21 Februari 2019, akhir perdagangan waran seri I di pasar regular dan negosiasi pada 16 Februari 2019 dan di pasar tunai pada 18 Februari 2019.

Periode pelaksanaan waran seri I pada 21 Agustus 2019-21 Februari 2021. Berakhirnya masa berlaku waran seri I pada 19 Februari 2021. [hid]


Komentar

x