Find and Follow Us

Rabu, 24 Juli 2019 | 12:23 WIB

Pendatang Baru di BEI, Saham JAYA Meroket 50%

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 21 Februari 2019 | 11:11 WIB
Pendatang Baru di BEI, Saham JAYA Meroket 50%
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Dalam perdagangan perdana saham PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) langsung meroket naik 50% atau naik 144 poin ke level 432 dari harga pembukaan 288.

Dalam level tersebut saham JAYA diperdagangkan dengan volume 9 lot saham dengan frekuensi 1 kali dan menghasilkan nilai Rp388.000. JAYA merupakan emiten ke-6 yang catatkan saham pada 2019 ini melepas 150 juta saham dengan nilai nominal Rp100 ke publik dalam rangka penawaran saham.

Jumlah tersebut sebanyak 40% saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO. Harga perdana saham Rp288. Jadi total dana yang diraup dari hasil IPO sebesar Rp43,20 miliar.

Selain itu, perseroan juga menerbitkan sebanyak 75 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan. Jumlah tersebut sebanyak-banyaknya 33,33% dari total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham.

Setiap pemegang dua saham baru, perseroan berhak memperoleh satu waran dengan setiap waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru. Harga pelaksanaan waran sebesar Rp680. Waran ini diberikan sebagai pemanis dalam IPO untuk menarik investor.

Distribusi saham dan waran secara elektronik dilakukan pada 20 Februari 2019. Awal perdagangan waran seri I pada 21 Februari 2019, akhir perdagangan waran seri I di pasar regular dan negosiasi pada 16 Februari 2019 dan di pasar tunai pada 18 Februari 2019. Periode pelaksanaan waran seri I pada 21 Agustus 2019-21 Februari 2021. Berakhirnya masa berlaku waran seri I pada 19 Februari 2021.

Direktur Utama JAYA, Darmawan Suryadi mengatakan dengan tercatatnya JAYA di BEI, diharapkan perseroan makin berkembang dalam menjalankan bisnisnya.

"Besar harapakan kami setelah IPO, bisnis perusahaan menjadi lebih besar, dipercaya oleh masyarakat dan partner bisnis kami," kata Darmawan saat mencatatkan saham perdana perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan skema Initial Public Offering (IPO), Kamis (21/2/2019).

Sementara untuk dana hasil IPO antara lain digunakan untuk pembelian 61 unit truk berdasarkan perhitungan harga beli saat ini, sekitar 11,12% untuk pembuatan karoseri unit truk, dan 0,24% untuk modal kerja.

Dalam pelaksanaan IPO ini, perseroan telah menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek. [hid]

Komentar

x