Find and Follow Us

Minggu, 19 Mei 2019 | 19:21 WIB

IHSG Masih Belum Stabil di Area Positif

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 19 Februari 2019 | 09:47 WIB
IHSG Masih Belum Stabil di Area Positif
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - IHSG belum menguat stabil di awal perdagangan dengan menguat 01% ke 6.505,97 dari pembukaan di 6.497,81. Padahal indeks sempat menyentuh level tertinggi sementara di 6.534.

Volume perdagangan mencapai 3,4 miliar saham senilai Rp2,08 triliun sebanyak 103.856 kali transaksi. Indeks mendapat dukungan dari 194 saham menguat, 130 saham melemah dan 104 saham belum mengalami perubahan.

Perdagangan mengalami net foreign buy sebesar Rp69,5 miliar. Dengan pembelian investor asing mencapai Rp352,6 miliar. Untuk penjualan investor asing sebesar Rp283,11 miliar.

Indeks LQ45 naik 0,1%, IDX30 cenderung naik 0,06%, indeks ISSI menguat 0,1%, indeks JII cenderung turun 0,03%, indeks SMInfra18 naik 0,2%. Penguatan indeks mendapat dukungan dari sektor saham yang dipimpin penguatan saham sektor pertambangan hingga 1% diikuti saham sektor perkebunan dan sektor infrastruktur yang naik 0,5%.

Sedangkan pelemahan dipimpin saham sektor aneka industri hingga 0,9% diikuti saham sektor perdagangan 0,1%. Untuk saham yang menguat seperti saham BNII naik 22,4% ke Rp316, saham MITI naik 7,1% ke Rp60, saham FREN naik 6,04% ke Rp316, saham INDY naik 5,04% ke Rp1.875. Untuk saham yang melemah seperti saham NAGA turun 0,04% ke Rp302, saham TARA melemah 3,5% ke Rp810, saham MABA turun 2,9% ke Rp66.

Saham yang masuk net foreign buy antara lain saham BBRI mencapai Rp116,4 miliar di harga RP3.940, saham TLKM sebesar Rp15,9 miliar di harga Rp3.910, saham PTBA mencapai Rp12,9 miliar di harga Rp4.110.

Untuk saham yang masuk net foreign sell seperti saham BBNI mencapai Rp34,4 miliar di harga Rp8.950, saham BBCA sebesar Rp20,5 miliar di harga Rp27.275, saham KLBF mencapai Rp19,4 miliar di harga Rp1.560, saham ASII sebesar Rp15,3 miliar di harga Rp7.750.

Menurut analis saham dari Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, IHSG secara teknikal bergerak melompat dengan pola bullish separating line dengan kembali kuat diatas level 6400. "IHSG mampu break out MA20 dan indikator stochastic golden-cross pada momentum bullish reversal indikator RSI memberikan harapan penguatan lanjutan dengan support resistance 6.474-6.570," katanya seperti mengutip hasil risetnya. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya TBLA, LSIP, AALI, INKP, TKIM, WSBP, ICBP, BBCA, BBTN, ASII, MEDC, INCO, ERAAIHSG (+1.70%)pada perdagangan Senin kemarin berakhir menguat 108.73 poin ke level 6.497.82 dengan Investor asing yang kembali tercatat net sell sebesar 147.03 miliar rupiah meskipun rupiah bergerak cenderung menguat 0.33% kelevel Rp14.107 per US$. Indeks industri dasar (+2,93%) dan Infrastruktur (+2,46%) menjadi pemimpin penguatan. Sedangkan saham-saham yang menjadi kontributor penguatan IHSG di antaranya BBCA (+2.24%) dan HMSP (+2,97%).Saham-saham perbankkan menjadi pemimpin di tengah optimisme pertumbuhan kredit yang kembali di atas 12%. Meskipun secara fundamental BBCA mempunyai PBV cukup tinggi dari perusahaan sejenis dengan PBV 4.70x dengan rata-rata PBV perusahaan sejenis sebesar 2.88x.

Komentar

Embed Widget
x