Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Februari 2019 | 04:00 WIB

Inilah Hasil RUPSLB PT Sinergi Megah Internusa

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 11 Februari 2019 | 11:11 WIB

Berita Terkait

Inilah Hasil RUPSLB PT Sinergi Megah Internusa
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) menjelaskan hasil RUSP LB menyetujui pengangkatan Unggul K Yudoyono sebagai komisaris dan Herman Susanto sebagai direktur perseroan.

Pemegang saham menyetujui pengunduran diri Agus Sugiono selaku komisaris perseroan. Selanjutnya mengangkat Unggul K Yudoyono sebagai gantinya. Selain itu, pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri Daniel F Iskandar selaku direktur perseroan dan mengangkat penggantinya, Herman Susanto.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Senin (11/2/2019). Dengan demikian jajaran direksi perseroan antara lain Iwandono sebagai dirut. Sedangkan direktur antara lain Herman Susanto dan Andrianto Sigit.

Untuk jajaran komisaris perseroan antara lain Benny Tjokrosaputro selaku komut dan Unggul K Yudoyono sebagai komisaris. Selain itu, Sihol Siagian sebagai komisaris independen.

PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA) didirikan pada tanggal 30 Mei 2014. Kantor pusat Sinergi Megah Internusa Tbk berlokasi Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

NUSA adalah emiten yang bergerak dalam bidang usaha pariwisata. Saat ini, kegiatan usaha NUSA meliputi usaha penyediaan akomodasi (dapat berupa Hotel Villa, Bumi Perkemahan) meliputi menyediakan pelayanan penginapan yang dapat dilengkapi dengan pelayanan Pariwisata lainnya.

Sinergi Megah Internusa Tbk memiliki dan mengoperasikan 1 buah hotel Boutique bertaraf Internasional dengan mengusung nama "Lafayette Boutique Hotel". Saat ini jumlah kamar yang tersedia adalah sebanyak 77 kamar.

Pada tanggal 29 Juni 2018, NUSA memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham NUSA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.200.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp150,- per saham disertai dengan Waran Seri I sebanyak 400.000.000 dengan harga pelaksanaan Rp160,- per saham. Saham dan waran tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 Juli 2018.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Sinergi Megah Internusa Tbk, yaitu Benny Tjokrosaputro, dengan persentase kepemilikan sebesar 83,93%.

Pagi ini saham NUSA bergerak ke Rp103 per saham dari pembukaan di Rp101 per saham. Dalam setahun terakhir harga tertinggi saham NUSA di Rp540 per saham pada penutupan 26 November 2018. Untuk harga terendah di Rp101 per saham pada penutupan 4 Februari 2019.

Komentar

x