Find and Follow Us

Rabu, 22 Mei 2019 | 14:55 WIB

BEI Cermati Gerakan Tak Wajar Saham MABA & WIIM

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 7 Februari 2019 | 11:37 WIB
BEI Cermati Gerakan Tak Wajar Saham MABA & WIIM
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati kenakan harga saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) dan PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA. Hal itu karena kenaikan harga di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Menurut Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan bahwa dengan status UMA itu, maka para investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.

"Kami minta investor juga mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasi," tulis Lidia dalam keterangan resmi BEI, Kamis(7/2/2019).

Dia juga meminta pelaku pasar mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi. Sedangkan kepada manajemen WIIM dan MABA diharapkan untuk mengkaji kembali rencana corporate action apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Namun pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukan adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Saham WIIM mengalami kenaikan harga sejak perdagangan tanggal 23 Januari 2019. Pada saat itu, dibuka pada harga Rp185 dan berakhir di harga Rp236. Fenomena itu berlanjut hingga perdagangan kemarin, hingga menyentuh level Rp366.

Sedangkan MABA, justru mengalami penurunan sejak dua bulan belakangan. Saham MABA pada penutupan 7 Januari 2019, harga saham MABA di Rp196 per saham. Pada Penutupan 1 Februari 2019 harga saham MABA di Rp110 per saham. Saham MABA akhirnya menyentuh di harga Rp66 pada perdagangan kemarin.

Untuk PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) didirikan tanggal 14 Desember 1994 dan dan memulai kegiatan komersial pada tahun 1963. Kantor pusat Wismilak beralamat di Jl. Buntaran No. 9A, Kel. Manukan Wetan, Kec. Tandes, Surabaya.

Kegiatan operasional Wismilak telah ditandai dengan mulainya aktivitas komersial pada tahun 1963 oleh PT Gelora Djaja, salah satu anak usah yang hingga kini memproduksi semua merek rokok WIIM. PT Gelora Djaja didirikan antara lain oleh Lie Koen Lie, Oei Bian Hok, Tjioe Ing Hien, Tjioe Eng (Ing) Hwa, Tjioe Eng Tik dan Sie Po Nio di Petemon, Surabaya. Pada awal pendiriannya, PT Gelora Djaja hanya memproduksi Sigaret Kretek Tangan dengan merek dagang Galan Kretek dan Wismilak Kretek.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Wismilak Inti Makmur Tbk, antara lain: Central Tower Capital Pte Ltd (22,48%), Ronald Walla (pengendali) (9,70%), Stephen Walla (pengendali) (9,70%), Gaby Widjajadi (pengendali) (9,34%), Indahtati Widjajadi (pengendali) (7,64%) dan Sugito Winarko (pengendali) (7,27%).

Sementara PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) didirikan pada tanggal 11 November 2009 dengan nama PT Lintas Insana Wisesa. Kantor pusat MABA berlokasi di ITS Tower Lantai 3 Niffaro Park, Jalan Raya Pasar Minggu No.18 Jakarta 12510 Indonesia.

MABA adalah bergerak di bidang perdagangan, jasa dan investasi. Kegiatan utama Marga Abhinaya Abadi Tbk adalah bergerak dalam bidang pembangunan dan akomodasi, dengan memiliki brand perhotelan dibawah naungan Samali Hotels & Resorts dengan 4 brand hotel; yaitu Ammi Luxurious Collection (bintang 5), Allium Upscale Collection (bintang 4), Arum Traveller Collection (bintang 3) dan Azara Bed & Breakfast Collection (bintang 2). Marga Abhinaya Abadi Tbk memiliki tiga hotel yang telah beroperasi yaitu Ammi Cepu, Allium Tangerang, Allium Cepu.

Selain itu, MABA juga mengembangkan usaha restoran melalui entitas anaknya yakni PT Dream Food, dengan Restoran Rantang Ibu yang berlokasi di Essence Apartment Darmawangsa dan di Nifarro Park, Jakarta Selatan.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Marga Abhinaya Abadi Tbk, yaitu PT Saligading Bersama, dengan persentase kepemilikan sebesar 79,20%.

Komentar

Embed Widget
x