Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 05:06 WIB

Ini Cara Toba Bara Perbanyak Bisnis PLTU

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 6 Februari 2019 | 13:33 WIB
Ini Cara Toba Bara Perbanyak Bisnis PLTU
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA) menjelaskan sedang mengajukan pencaaran kredit berdasarkan perjanjian pada 21 Desember 2018 dari Bank Mandiri.

Bank BUMN tersebut menjad mandated lead arranger, agen faslitas, agen penjamnan, agen penampungan dan kredtur awal. Selain itu kredit juga akan berasal dari pT Sarana Mult Infrastruktur persero sebagai mandated lead arranger dan kreditur awal.

Pengajuan pencairan kredit dilakukan melalui anak usaha TOBA yaitu PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL). PT ini merupakan perusahaan pembangkit listrik tenaga uang (PLTU) berkapasitas 2x50 MW yang terletak di Minahasa Sulawesi Utara. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (6//2/2019).

Jumlah pinjaman tersebut sampai dengan US$157,986 juta untuk jangka waktu sampai dengan 21 Desember 2030. Kredit akan mendukung rencana pembangunan PLTU. Untuk suku bunga mengacu LIBOR+ Applicable margin.

Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) didirikan tanggal 03 Agustus 2007 dengan nama PT Buana Persada Gemilang dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 2010.

TOBA adalah emiten di bidang pembangunan, perdagangan, perindustrian, pertambangan, pertanian dan jasa. Kegiatan utama TOBA adalah investasi di bidang pertambangan batubara dan perkebunan kelapa sawit melalui anak usaha. Anak usaha memiliki izin usaha pertambangan atas wilayah usaha pertambangan yang berlokasi di Kalimantan, Indonesia.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Toba Bara Sejahtra Tbk, antara lain: PT Toba Sejahtra (pengendali) (71,79%), Bintang Bara B.V. (10,00%), PT Bara Makmur Abadi (6,25%) dan PT Sinergi Sukses Utama (5,10%).

Komentar

x