Find and Follow Us

Senin, 14 Oktober 2019 | 19:47 WIB

IPEX 2019, BBTN Optimis Cetak Kredit Anyar Rp6 T

Sabtu, 2 Februari 2019 | 15:50 WIB
IPEX 2019, BBTN Optimis Cetak Kredit Anyar Rp6 T
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menyambut HUT Ke-69 pada 9 Februari 2019, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menggelar Indonesia Property Expo (IPEX).

Meski tahun ini suhu politik mulai memanas menjelang Pemilihan Presiden dan ketidakpastian kondisi ekonomi global, Bank BTN optimistis mampu mencetak kredit baru senilai Rp6 triliun dari ajang IPEX yang digelar 2-10 Februari 2019.

"Permintaan properti terus tinggi karena rumah menjadi kebutuhan pokok manusia sehingga akan terus dikejar, selain itu faktor lain yang mendorong adalah meningkatnya kesadaran generasi milenial untuk memiliki rumah, komitmen pemerintah dalam menyukseskan Program Satu Juta rumah, pesatnya pembangunan infrastruktur jalan, serta sarana transportasi yang semakin baik di samping faktor optimisme hasil Pilpres nanti," kata Direktur Utama Bank BTN, Maryono di sela-sela pembukaan IPEX di Jakarta, Sabtu (2/2/2019).

Dalam pesta perumahan tahunan Bank BTN yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) ini, total pengembang yang berpartisipasi mencapai 167 pengembang. Terdiri dari 116 pengembang KPR Non Subsidi dan 51 pengembang KPR Subsidi dengan total proyek properti sebanyak 869 proyek yang tersebar di berbagai daerah mulai dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Pada gelaran IPEX yang disponsori oleh BTN ke 17 tersebut, BTN menawarkan banyak kemudahan bagi calon debitur diantaranya Suku Bunga KPR yang murah mulai dari 6,69% fixed rate 1 (satu) tahun bekerjasama dengan pengembang pilihan, bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas pengendapan dana, diskon asuransi jiwa sebesar 20% dan uang muka yang terjangkau mulai dari 1%.

Promo yang jitu menjadi strategi Bank BTN, karena terbukti sukses menggiring calon konsumen untuk membeli rumah. Sebagai informasi, setiap tahun Bank BTN menggelar 2 kali IPEX dengan pencatatan ijin prinsip KPR/KPA yang terus meningkat. Pada tahun 2016, ijin prinsip KPR/KPA mencapai Rp8,3 triliun, dan pada 2017 melejit menjadi Rp12,8 triliun, sementara tahun lalu, ketika suku bunga kredit merangkak naik, ajang IPEX masih mencatatkan persetujuan ijin prinsip untuk total KPR/KPA senilai Rp 18,4 triliun.

"Sementara itu untuk menarik nasabah, terutama dari generasi milenial selain menawarkan KPR Gaeess yang menjanjikan kemudahan cicilan dan uang muka, kami juga meningkatkan pelayanan KPR via online melalui website www.btnproperti.co.id yang kami upgrade dengan sejumlah fitur tambahan," kata Maryono.

Portal properti BTN yang terdiri dari www.btnproperti.co.id untuk rumah baru dan www.rumahmurahbtn.co.id untuk rumah lelang merupakan salah satu strategi Bank BTN membangun digital ecosystem di bidang pembiayaan perumahan.

Dengan fitur baru tersebut, Maryono berharap akses ke www.btnproperti.co.id terus meningkat. Berdasarkan pantauan Bank BTN, aplikasi KPR online yang mengalir lewat portal tersebut tercatat mencapai 42.661 aplikasi, atau melompat 208% dibandingkan 2017 yang hanya 13.680 aplikasi.
Seiring dengan peningkatan aplikasi, realisasi KPR lewat online pun melejit 238% secara year on year menjadi 10.853 unit pada 2018 dibandingkan 2017 yang hanya mencapai 3.214 unit. Alhasil nilai KPR yang cair pun meroket. Pada 2017 nilai KPR yang tersalurkan lewat aplikasi KPR online sebesar Rp1,18 triliun, naik menjadi Rp3,83 triliun pada 2018. [tar]]

Komentar

Embed Widget
x