Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Maret 2019 | 19:01 WIB

Antam Belum Minat Akuisisi PT Vale Indonesia

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 2 Februari 2019 | 06:02 WIB

Berita Terkait

Antam Belum Minat Akuisisi PT Vale Indonesia
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama PT Antam Arie Prabowo mengatakan, saat ini perusahaan tidak punya minat membeli 20% saham Vale Indonesia Tbk.

"Belum. Antam enggak (minat divestasi)," kata Arie di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Menurut dia, sekarang ini perusahaanya tengah fokus membangun smelter atau atau fasilitas pengelolaan penurnian hasil biji mineral. Dengan begitu, perusahaan belum mau melirik Vale.

"Kami kan ada prioritas, gimana cepet mengembangkan downstream kami. jadi resoucer kami banyak, tapi kalau downstream kami gak jadi, buat apa," ujar dia.

Adapun saat ini kepemilikan saham Vale Indonesia, mayoritas masih dikuasai asing. Vale Canada Limited merupakan pemegang saham terbesar, yakni 58,73%. Sumitomo Metal Mining menguasai 20,09%. Sisa sebesar 20,49% merupakan pemegang saham publik.

Sesuai dengan amandemen kontrak karya 2014, Vale yang berkode emiten INCO ini wajib mendivestasi 40% sahamnya. Sebesar 20% saham sudah lebih dulu dilepas beberapa waktu lalu. Sisa divestasi 20% bakal dilakukan paling lambat Oktober 2019.

Adapun, mekanisme harga saham divestasi akan mengacu Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 43 Tahun 2018.

Aturan itu menyebutkan harga saham divestasi dari pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi yang ditawarkan kepada Peserta Indonesia dihitung berdasarkan harga pasar yang wajar (fair market value).

Harga pasar yang wajar yakni tidak memperhitungkan cadangan mineral atau batu bara, kecuali yang dapat ditambang selama jangka waktu Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi atau IUP Khusus Operasi Produksi.

Perhitungan harga pasar yang wajar dilakukan dengan dua metode. Pertama, discounted cash flow atas manfaat ekonomis selama periode dari waktu pelaksanaan divestasi hingga akhir masa berlakunya IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi. Kedua, perbandingan data pasar.[jat]

Komentar

x