Find and Follow Us

Jumat, 21 Juni 2019 | 04:52 WIB

Holding Infrastruktur, Bagaimana Saham Investor?

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Jumat, 1 Februari 2019 | 19:52 WIB
Holding Infrastruktur, Bagaimana Saham Investor?
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian BUMN tengah mempercepat pembentukkan holding infrastruktur serta holding perumahan dan pengembangan kawasan. Untuk holding Infrastruktur akan diisi oleh enam BUMN Karya, PT Hutama Karya (Persero) menjadilead holding.

Sementara kelima anggota holdingnya yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Yodya Karya (Persero) dan PT Indra Karya (Persero).

Terbentuknya holding infrastruktur ini kian menjadi nyata. Ini ditandai dengan berlangsungnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tiga perusahaan BUMN.

Ketiga perusahaan pelat merah tersebut, WSKT, ADHI, dan JSMR. Lokasi berlangsungnya RUPSLB pun dijadwalkan di tempat sama, Hotel Pullman Jakarta, pada hari ini, Jumat (1/2/2019).

Nantinya hasil dari RUPSLB tiga emiten tersebut menyepakati seluruh saham Seri B milik pemerintah Indonesia pada perseroan dilepas untuk menjadi setoran modal pada PT Hutama Karya (Persero) atau HK.

"Pengalihan kepemilikan saham tersebut merupakan tindakan pemerintah yang akan dituangkan dalam suatu Peraturan Pemerintah (PP)," kata Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, I Gus Ngurah Putra.

Dengan demikian, perseroan akan berubah menjadi anak perusahaan BUMN, sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah No 72 tahun 2016 perihal Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No 44 tahun 2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas, dan akan terjadi perubahan status Perseroan yang semula merupakan BUMN Persero menjadi Non-Persero.

Meskipun ada pengalihan saham Perseroan sebagai tambahan penyertaan modal negara di PT Hutama Karya (Persero), pemerintah tetap memiliki pengendalian baik langsung maupun tidak langsung di Perseroan.

Pengendalian langsung akan dilaksanakan melalui kepemilikan 1 saham Seri A Dwiwarna pada Perseroan dan pengendalian secara tidak langsung akan dilaksanakan melalui kepemilikan 100% saham pada PT Hutama Karya (Persero) yang akan menjadi pemegang saham Seri B terbanyak pada Perseroan.[jat]

Komentar

x