Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 21:12 WIB

Rupiah Masuk Zona Berotot Apabila The Fed...

Senin, 28 Januari 2019 | 19:38 WIB
Rupiah Masuk Zona Berotot Apabila The Fed...
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah antarbank, Senin sore (28/1/2019), menguat 21 poin ke posisi Rp14.072 ketimbang sebelumnya Rp14.093 per dolar AS (US$).

Analis pasar uang PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan, nilai tukar rupiah menguat memanfaatkan pelemahan US$ menjelang pengumuman kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).

"Hari ini rupiah menguat karena dolar AS melemah terhadap beberapa mata uang dunia. Indeks dolar sedikit melemah. Pasar masih menunggu FOMC meeting tanggal 29-30 Januari nanti," ujar Rully.

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya seiring dengan proyeksi perlambatan ekonomi global pada tahun ini. "Pasar berharap Powell akan lebih dovish, karena risiko perlambatan ekonomi global dan dampaknya terhadap ekonomi AS akan cukup besar," katanya.

Ia memprediksi, pekan ini nilai tukar rupiah memasuki tren penguatan seiring kebijakan moneter The Fed. Kemungkinan akan positif, karena FOMC yang lebih dovish," ujar Rully.

Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi sendiri dibuka menguat Rp14.035 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.033 hingga Rp14.072 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, mata uang rupiah menguat menjadi Rp14.038 dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.163 per dolar AS. [tar]

Komentar

Embed Widget
x