Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Februari 2019 | 03:04 WIB
Hightlight News

IHSG Masih di Jalur Penguatan

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 28 Januari 2019 | 00:15 WIB

Janji Berakhirnya Shutdown

IHSG Masih di Jalur Penguatan
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Secara teknikal, IHSG masih berada dalam jalur kenaikannya. IHSG terlihat relatif masih kondusif dan berada di fase uptrend, dengan terus konsisten bergerak naik di dalam uptrend channelnya.  

Menurut praktisi pasar saham, Stefanus Mulyadi Handoko, indikator teknikal MACD masih bergerak naik diatas centreline, mengindikasikan bahwa pergerakan IHSG masih berada dalam tren positif. Peluang untuk kembali menembus level 6.500 cukup terbuka pada pekan ini.

Apabila IHSG dapat melewati level 6.500, terbuka peluang menuju level all time high sepanjang sejarah yang pernah dicapainya pada tanggal 20 Februari 2018 lalu di level 6.693. "Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran support 6.410 dan resistance di level 6.550."

Kemungkinan IHSG masih dapat melanjutkan penguatannya di awal pekan, tapi cenderung terbatas.  IHSG sudah memasuki area jenuh beli, sehingga berpotensi bergerak dalam pola sideways, setelah menguat terus tanpa henti sejak pertengahan November tahun lalu. Diprediksikan besok IHSG akan mencoba menguji resistance level psikologis 6.500, dan untuk level supportnya akan berada di 6.445.

Walaupun peluang penguatan masih ada, tapi disarankan tetap waspada terhadap potensi profit taking. Meskipun belum tentu terjadi koreksi, tapi disarankan tetap safe trading dan berhati-hati, terutama jika pasar kembali mengalami ketidakpastian dan kondisi market global menjadi tidak kondusif. Terus cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat.

Untuk pekan ini, pelaku pasar akan mencermati data manufaktur dan inflasi bulan Januari pada hari jum’at tanggal 1 Februari 2019. BI memperkirakan Inflasi bulan Januari 2019 akan mencapai angka sekitar 0,48%. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para investor pada pekan ini, diantaranya adalah Senin 28 Januari 2019, Meeting Kebijakan Moneter BOJ, Pernyataan Ketua ECB Mario Draghi, Pernyataan Gubernur BOE Carney.

Selasa 29 Januari 2019, Rilis kayakinan bisnis Australia, Rilis data keyakinan konsumen AS. Rabu 30 Januari 2019, Pengambilan suara parlemen Inggris mengenai Brexit Deal, Rilis data inflasi Australia, Rilis keyakinan bisnis dan sentimen ekonomi serta industri zona eropa, Kebijakan suku bunga The Fed.

Kamis 31 Januari 2019, Rilis keyakinan konsumen Inggris, Rilis data manufaktur PMI China. Jumat 1 Februari 2019, Rilis data caixin manufaktur China, Rilis data pekerjaan dan manufaktur AS.

Menurut praktisi pasar saham, Stefanus Mulyadi Handoko, indikator teknikal MACD masih bergerak naik diatas centreline, mengindikasikan bahwa pergerakan IHSG masih berada dalam tren positif. Peluang untuk kembali menembus level 6.500 cukup terbuka pada pekan ini.

Apabila IHSG dapat melewati level 6.500, terbuka peluang menuju level all time high sepanjang sejarah yang pernah dicapainya pada tanggal 20 Februari 2018 lalu di level 6.693. "Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran support 6.410 dan resistance di level 6.550."

Kemungkinan IHSG masih dapat melanjutkan penguatannya di awal pekan, tapi cenderung terbatas.  IHSG sudah memasuki area jenuh beli, sehingga berpotensi bergerak dalam pola sideways, setelah menguat terus tanpa henti sejak pertengahan November tahun lalu. Diprediksikan besok IHSG akan mencoba menguji resistance level psikologis 6.500, dan untuk level supportnya akan berada di 6.445.

Walaupun peluang penguatan masih ada, tapi disarankan tetap waspada terhadap potensi profit taking. Meskipun belum tentu terjadi koreksi, tapi disarankan tetap safe trading dan berhati-hati, terutama jika pasar kembali mengalami ketidakpastian dan kondisi market global menjadi tidak kondusif. Terus cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat.

Untuk pekan ini, pelaku pasar akan mencermati data manufaktur dan inflasi bulan Januari pada hari jum’at tanggal 1 Februari 2019. BI memperkirakan Inflasi bulan Januari 2019 akan mencapai angka sekitar 0,48%. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para investor pada pekan ini, diantaranya adalah Senin 28 Januari 2019, Meeting Kebijakan Moneter BOJ, Pernyataan Ketua ECB Mario Draghi, Pernyataan Gubernur BOE Carney.

Selasa 29 Januari 2019, Rilis kayakinan bisnis Australia, Rilis data keyakinan konsumen AS. Rabu 30 Januari 2019, Pengambilan suara parlemen Inggris mengenai Brexit Deal, Rilis data inflasi Australia, Rilis keyakinan bisnis dan sentimen ekonomi serta industri zona eropa, Kebijakan suku bunga The Fed.

Kamis 31 Januari 2019, Rilis keyakinan konsumen Inggris, Rilis data manufaktur PMI China. Jumat 1 Februari 2019, Rilis data caixin manufaktur China, Rilis data pekerjaan dan manufaktur AS.

1 2

Komentar

Embed Widget
x