Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Februari 2019 | 02:54 WIB

Lewat E-Commerce Bisa Transaksi Saham

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Kamis, 24 Januari 2019 | 18:01 WIB

Berita Terkait

Lewat E-Commerce Bisa Transaksi Saham
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengajukan permohonan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait rencana sinergi penerapan sistem teknologi informasi (IT) antara wahana perdagangan digital atau e-commerce dengan aplikasi milik perusahaan efek.

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI, Fithri Hadi mengatakan, tengah mengkaji penerapan sistem yang mampu mensinergikan aplikasi di wahana perdagangan digital dengan wahana perdagangan milik perusahaan efek.

"Sebelum diterapkan, kami akan mengajukan terlebih dahulu ke OJK. Untuk meminta persetujuan. Untuk sektor jasa keuangan, terutama di industri pasar modal akan hadir 'Super Apps'. Nantinya, securities company akan bersinergi dengan application platform e-commerce yang besar," kata Hadi di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Lebih lanjut Fithri mengatakan, pada tahap pengkajian ini sudah ada dua perusahaan sekuritas yang tertarik untuk mengadopsi aplikasi sinergis tersebut.

"Sudah ada dua perusahaan yang mau, karena hal ini memang sudah menjadi tren global," ucapnya.

Nantinya, pada sistem sinergi aplikasi tersebut, jelas Fithri, nasabah e-commerce bisa berpindah ke platform perusahaan efek yang didalamnya tersedia produk ekuitas dan bisa langsung melakukan transaksi.

"Di platform perusahaan efek tentunya sudah ada prosedur baku," imbuhnya.

Dengan demikian, lanjut dia, penerapan sinergi tersebut akan mengurangi biaya bagi investor dan sekaligus mendorong pertumbuhan jumlah investor pasar modal.

"Sekarang ini nasabah pasar modal kurang dari 2 juta investor, sedangkan e-commerce diklaim memiliki 60 juta nasabah," tutur Fithri.

Lebih lanjut Fithri mencontohkan, praktik sinergi platform e-commerce dan sekuritas ini sudah diterapkan di sejumlah negara, terutama China yang cukup masif.

"Contohnya Alibaba. Dari instrumen efek pindah ke tunai tanpa biaya dan dari reksa dana pindah tunai tanpa biaya. Di China belum banyak regulasi, ruang untuk berinovasi masih lebar," paparnya.[jat]

Komentar

x