Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 02:19 WIB

Bank BNI Raup Laba Bersih Rp15,02 T

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 24 Januari 2019 | 11:01 WIB
Bank BNI Raup Laba Bersih Rp15,02 T
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatatkan laba bersih di sepanjang 2018 sebesar Rp15,02 triliun atau meningkat 10,3 persen bila dibandingkan dengan laba bersih di tahun sebelumnya yang mencapai sebesar Rp13,62 triliun.

Wakil Direktur Utama BNI, Herry Sidharta mengungkapkan penopang raihan laba bersih perseroan lantaran beberapa faktor. Pertama pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) yang mencapai Rp35,45 triliun alias tumbuh 11,0% secara year on year (yoy) dibandingkan 2017 senilai Rp31,94 triliun.

Kedua, laba bersih perseroan juga ditopang dari pertumbuhan pendapatan non bunga sebesar 5,2% yoy yaitu dari Rp11,04 triliun pada 2017 menjadi Rp11,61 triliun pada akhir tahun 2018.

"Pertumbuhan pendapatan non punga tersebut didorong oleh peningkatan kontribusi fee dari trade finance, pengelolaan rekening, dan fee bisnis kartu," jelas Herry dalam siaran pers perseroan, Kamis (24/1/2019).

Direktur BNI, Endang Hidayatullah menambahkan, pertumbuhan laba bersih BNI juga ditopang oleh pertumbuhan Pendapatan Non Bunga yang sebesar 5,2 persen (yoy) yaitu dari Rp11,04 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp11,61 triliun pada akhir 2018 yang didorong oleh peningkatan kontribusi fee dari Trade Finance, pengelolaan rekening, dan fee bisnis kartu.

Pencapaian Iaba bersih BNI ini juga didukung dari membaiknya kualitas aset, yang ditunjukkan oleh NPL Gross yang membaik dari akhir 2017 sebesar 2,3 persen menjadi 1,9 persen di akhir 2018.

Sehingga BNI mampu menekan credit cost dari 1,6 persen pada akhir 2017 menjadi 1,4 persen pada akhir 2018.

Di sisi lain, tambah dia, coverage ratio juga meningkat dari 148 persen pada akhir Desember 2017 menjadi 152,9 persen pada Desember 2018 untuk mengantisipasi kondisi global yang challenging di tahun 2019.

BNI juga berhasil meningkatkan efisiensi di dalam operasionalnya selama 2018, tercermin dari Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik menjadi 42,5 persen pada Desember 2018, dibandingkan posisi Desember 2017 yang sebesar 43,9 persen.

Hal ini juga disebabkan oleh keberhasilan BNI dalam menjaga pertumbuhan Biaya Operasional (OPEX) tetap pada level 6,8 persen.

"BNI juga mencatatkan pertumbuhan Return on Equity (ROE) dari 15,6 persen menjadi 16,1 persen," jelasnya. [hid]

Komentar

Embed Widget
x