Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 23:13 WIB

Dilarang Abuse of Power, OJK Rajin WA Fintech

Oleh : M Fadil Djaelani | Rabu, 23 Januari 2019 | 14:30 WIB
Dilarang Abuse of Power, OJK Rajin WA Fintech
Ketua Dewan Komisoner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Dewan Komisoner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso geregetan dengan perilaku sejumlah perusahaan financial technology (fintech) yang menyalahgunakan kekuasaan alias abuse of power. Wah kayak pejabat juga ya.

Praktik abuse of power dari industri fintech ini jelas merugikan nasabahnya. Lantaran inilah, OJK rajin memberikan peringatan lewat pesan pendek aplikasi whats-app. "Pakai WA-WA (Whats-pp), makanya, market conduct harus di awasi. Fintech tidak boleh abuse of power," kata Wimboh dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Maka dari itu, kata Wimboh, OJK akan bersinergi dengan asosiasi fintech yang perannya dioptimalkan sebagai SRO (Self Regulating Organization). Ke depannya, nasabah tidak hanya bisa melakukan pengaduan kepada OJK tapi juga ke asosiasi, jika merasa dirugikan.

Selain itu, perusahaan fintech dituntut untuk transparan mengenai profil perusahaan, siapa yang bertanggung jawab bila terjadi kesalahan. Dan, OJK kini tengah menggodok aturan terkait fintech.

Wimboh mengatakan, sudah banyak kostumer yang ribut akibat adanya kesalahan dalam layanan fintech. "Kalau sudah seperti itu paling-paling yang kita kejar fintech provider-nya. Poinnya melindungi kepentingan konsumen," ujarnya. [tar]




Komentar

Embed Widget
x