Find and Follow Us

Jumat, 21 Juni 2019 | 04:54 WIB

PT Intiland Catat Pendapatan Penjualan Rp2,2 T

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 23 Januari 2019 | 12:01 WIB
PT Intiland Catat Pendapatan Penjualan Rp2,2 T
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Intiland Development Tbk (DILD) mencatatkan pendapatan penjualan atau marketing sales sebesar Rp2,28 triliun atau lebih rendah 22,1 persen dari tahun 2017 sebesar Rp2,93 triliun.

Untuk pendapatan berkelanjutan mencapai Rp595,7 miliar atau naik 12,8 persen dari 2017 senilai Rp528,2 miliar. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (23/1/2019).

Perolehan nilai pendapatan penjualan tersebut setara dengan 67,5 persen dari target perseroan 2018 sebesar Rp3,38 triliun. Penurunan pendapatan penjualan ini terutama disebabkan kondisi pasar properti yang kurang baik serta turunnya minat beli konsumen.

Menurut perseroan, pendapatan penjualan tersebut berasal dari pengembangan proyek di Jakarta mencapai Rp1,3 triliun atau 60,8 persen dari keseluruhan. Sedangkan hasil penjualan dari pengembangan proyek di Surabaya mencapai Rp893,7 miliar atau memberikan kontribusi sekitar 39,1 persen.

Pendapatan penjualan merupakan kontribusi terbesar dari segmen pengembangan mixed use and high use rise yang mencatat penjaualn sebesar Rp1,2 triliun atau 53 persen dari keseluruhan. Perolehan ini menurun sekitar 37 persen dari 2017 yang mencapai Rp1,9 triliun.

Segmen ini berasal dari penjualan proyek fifty secen promenade sejhak tribulan ketiga 2017. Penjualan dari proyek apartemen di pusat bisnis Jakarta memberikan kontrisbusi sebesar Rp780,9 miliar.

Meskipun pasar properti kurang kondusif, perseroan berhasil meningkatkan penjualan dari segmen perumahan. Untuk segmen ini membukuran pendapatan penjualan Rp569,2 miliar atau 17,8 persen dibandingkan tahun 2017 senilai Rp483 miliar.

Segmen ini mengandalkan 7 proyek hunian yang memberikan kontribusi 24,9 persen dari keseluruhan. Untuk segmen kawasan industri, perseroan mencatat pendapatan penjualan sebesar Rp505 miliar atau 22,1 persen. Kawasan industri ini berasal dari kawasan industri Ngoro Industrial Park di Mojokerto, Jatim yang lebih rendah 4,9% dari 2017 sebesar Rp531 miliar.

Komentar

x