Find and Follow Us

Kamis, 22 Agustus 2019 | 16:53 WIB

Kemenkeu akan Lelang SBSN dengan Target Rp8 T

Oleh : Wahid Ma'ruf | Sabtu, 19 Januari 2019 | 00:17 WIB
Kemenkeu akan Lelang SBSN dengan Target Rp8 T
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Dirjen Pengelolan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu menyatakan pada 22 Januari 2019 akan melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target Rp8 triliun.

Untuk seri SPN-S 09072019 atau reopening, jatuh tempo pada 9 Juli 2019 dengan imbalan diskonto. Bentuk jaminannya adalah proyek atau kegiatan dalam APBN tahun 2019 dan barang milik negara.

Alokasi pembelian nonkompetitif 50% dari jumlah yang dimenangkan. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Jumat (18/1/2019).

Untuk seri SPN-S 23012020 atau new issurance dengan tanggal jatuh tempo pada 23 Januari 2020. Untuk imbalannya diskonto dengan jaminan, proyek atau kegiatan APBN tahun 2019 dan barang milik negara. Tanggal setelmen pada 24 Januari 2019.

Alokasi pembelian nonkompetitif 50% dari jumlah yang dimenangkan.

Sedangkan seri PBS014 atau reopening dengan tanggal jatuh tempo 15 Mei 2021. Untuk imbalannya 6,5% dengan underlying asset proyek dan kegiatan APBN 2019 dan barang milik negara.

Untuk setelmen pada 24 Januari 2019. Alokasi pembelian nonkompetitif 30% dari jumlah yang dimenangkan.

Sedangkan seri PBS019 aau reopening dan jatuh tempo pada 15 September 2023. UNtuk imbalan sebesar 8,25%. Alokasi pembelian nonkompetitif 30% dari jumlah yang dimenangkan.

Sementara untuk seri PBS022 atau new issurance yang tanggal jatuh tempo pada 15 April 2034 dengan imbalan fixed rate. Untuk underlying asset berupa proyek atau kegiatan APBN 2019 dan barang milik negara. Untuk tanggal setelmen pada 24 Januari 2019.

Alokasi pembelian nonkompetitif 30% dari jumlah yang dimenangkan.

Peserta lelang antara lain dari kelompok bank antara lain Bank Mandiri, BRI, BNI, Bank Permata, Bank Panin, Bank HSBC Indonesia, Bank OCBC NISP, Standard Cartered Bank, Bank CIMB Niaga, Bank Maybank Indonesia, Citibank NA, BNI Syariah. BCA, Deutsche Bank AS, Bank BNP Paribas Indonesia, BSM dan Bank BRISyariah.

Dari kelompok perusahaan efek antara lain Danareksa Sekuritas. Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia dan PT Bahana Securities.

Komentar

Embed Widget
x