Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Maret 2019 | 05:29 WIB

Akuisisi Pertagas Rampung

PGN Siap Jadi Sub Holding Gas

Jumat, 11 Januari 2019 | 19:33 WIB

Berita Terkait

PGN Siap Jadi Sub Holding Gas
(Foto: PGN)

INILAHCOM, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyatakan kesiapan sebagai sub holding gas dalam skema Holding Migas yang telah didorong oleh pemerintah.

Dalam rangka pelaksanaan kewajiban secara perundangan dan peraturan yang telah diterbitkan pemerintah, kini PGN merupakan bagian keluarga besar Holding Migas di bawah bendera PT Pertamina (Persero) (Pertamina). Sebagai lanjutannya, PGN ditugaskan mengelola sektor bisnis gas.

Karena itu, PGN pun telah memproses tindaklanjut pembentukan sub holding gas. Salah satu langkah strategis yaitu pengambilalihan PT Pertamina Gas (Pertagas).

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso mengungkapkan PGN bersama dengan Pertagas sebagai pengelola utama kegiatan hilir gas bumi akan semakin kuat.

"PGN bersama dengan Pertagas siap untuk menjadi tools strategis negara dalam mewujudkan visi pemerintah dalam mendorong gas bumi sebagai "engine of growth"," ujar Gigih.

Melalui integrasi ini, Holding BUMN Migas pun diharapkan menghasilkan sejumlah manfaat, di antaranya menciptakan efisiensi dalam rantai bisnis gas bumi sehingga tercipta harga gas yang lebih kompetitif kepada konsumen, meningkatkan kapasitas dan volume pengelolaan gas bumi nasional, dan meningkatkan kinerja keuangan Holding BUMN Migas.

Integrasi Pertagas sebagai anak usaha PGN ini merujuk PP 06 Tahun 2018. Dengan kekuatan tersebut, PGN diharapkan mampu mengelola sektor gas dalam negeri sebagaimana harapan publik.

Gigih mengatakan seiring tuntasnya proses sinergi PGN dan Pertagas ini, proses Holding BUMN Migas ini diharapkan dapat mencapai tahapan yang penting dan sejumlah tujuan sebagaimana telah diamanatkan pemerintah dapat terwujud.

"Harapan kami, Holding BUMN Migas ini dapat menciptakan kedaulatan dan ketahanan energi yang pastinya membawa manfaat untuk masyarakat dan negara," kata Gigih.

Proses akuisisi pun terbilang mulus. Sebagai awalan, pihak yang terlibat telah menandatangani Perjanjian Jual Beli (Conditional Sales Purchase Agreement/CSPA)Saham Pertagas antara Pertamina dan PGN.

"Dari CSPA yang lalu itu, kami sudah meyakinkan diri dan merasa siap menjadi Sub Holding Gas karena proses akuisisi Pertagas dan seluruh anak usahanya telah selesai," kata Gigih.

Proses akuisisi inipun transparan dan adil. Para pihak telah melakukan proses penilaian (valuasi) kembali atas akuisisi Pertagas.

Proses penilaian kembali ini diperlukan, karena PGN dan Pertamina telah memutuskan untuk mengikutsertakan 4 anak usaha Pertagas yakni PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, PT Perta-Samtan Gas, dan PT Perta Kalimantan Gas dalam proses pengambilalihan saham Pertamina di Pertagas oleh PGN.

Menurut Gigih, para pihak telah melakukan sejumlah proses di antaranya due diligence, valuasi, dan audit untuk laporan keuangan Pertagas dan seluruh anak perusahaannya. "Alhamdulillah beberapa tahapan tersebut sudah selesai dan telah mendapatkan persetujuan dari internal PGN dan Pertamina," kata Gigih.

Sebagai konsekuensi atas hasil penilaian kembali tersebut, Gigih mengatakan harga/nilai pengambilahan saham Pertagas dan seluruh anak perusahaannya mengalami perubahan.

Gigih menyampaikan, harga pembelian 51% dari seluruh saham di Pertagas, termasuk kepemilikan di seluruh anak usahanya adalah sebesar Rp 20.183.334.064.184,- untuk 2.591.099 lembar saham.

Komentar

x