Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 16 Januari 2019 | 10:29 WIB

Lahan Bandara Gudang Garam Masih Kurang 25%

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 9 Januari 2019 | 11:25 WIB

Berita Terkait

Lahan Bandara Gudang Garam Masih Kurang 25%
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) masih terus menambah kebutuhan lahan untuk pembangunan bandar udara di Kabupaten kediri, Jatim. Saat ini kebutuhan lahan sebesar 25% lagi.

Pembangunan bandar udara tersebut tengah dilakukan anak usahanya, PT Suryo Dhoho Investama (SDHI). Saat ini lahan yang sudah tersedia mencapai 75%. PT SDHI masih terus melakukan pembelian tanah untuk mencukupi kebutuhan pembangunan bandar udara. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Selasa (8/1/2019).

Dari sisi perizinan PT SDHI telah mendapatkan izin pembangunan bandar udara dengan adanya izin prinsip dari Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub pada 4 Mei 2018 tentang kelayakan bandar udara baru Kabupaten Kediri, Jatim. Dokumen lainnya adalah rekomendasi pemakaian ruang udara pada 12 April 2018 yang diterbitkan TNIAU/KASAU tentang rekomrendasi penggunaan rang udara untuk bandar udara baru di kabupaten Kediri.

Namun dalam perjalanan proses pembangunan tersebut terjadi perubahan lokasi pembangunan bandar udara. Untuk itu PT SDHI melakukan tukar guling dengan anak usaha perseroan yang lain.

Tukar guling tersebut, PT SHI menyerahkan lahan seluas 1.258.291 meter persegi di diesa Grogol, Kecamatan Grogol, Desa Jaturejo dan Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jatim kepada PT Bukit Dhoho Indah (BDI) senilai 448,74 miliar.

Tanah PT SDHI tersebut pada awalnya akan digunakan untuk pembangunan bandar udara. Namun tidak jadi digunakan karena adanya perubahan lokasi tanah Bandar Udara.

Jadi PT SDHI menyeraknan tanah tersbeut sebagai bagian dari pembayaran pembelian tanah kepada PT BDI.

Dengan transaksi terebut maka dalam laporan keuangan perseroan, terdapat penambahan aset tanah senilai Rp1,01 triliun dari hasil transaksi pembelian tanah milik PT BDI. Selain itu juga terjadi pengurangan aset tanah senilai Rp411,43 miliar sebagai transaksi penyerahan lagi tanah SDHI kepada PT BDI senilai Rp448,74 miliar.

Perseroan juga mengalami penambahan akun aset tanah dalam laporan keuangan sebesar Rp598,77 miliar.

Selain itu ada penambahan aset tanah sebesar Rp76,27 miliar dari transaksi pembelian tanah PT Puri Dhoho Kediri (PT PDK).

Komentar

x