Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 06:24 WIB

IHSG Catat Kenaikan 0,5% ke 6.294,31 di Awal Sesi

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 9 Januari 2019 | 09:40 WIB
IHSG Catat Kenaikan 0,5% ke 6.294,31 di Awal Sesi
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - IHSG mampu naik 0,5% ke 6.294,31 pada awal perdagangan Rabu (9/1/2019). Volume perdagangan mencapai 3,04 miliar saham senilai Rp1,511 triliun.

Penguatan seiring dengan 220 saham menguat, 83 saham melemah dan 121 saham belum mengalami perubahan. Indeks memantul ke bawah setelah menyentuh level 6.311,57 namun masih mencatatkan penguatan hingga 0,5%.

Indeks LQ45 mencatatkan penguatan 0,6%, indeks JII naik 0,6%, IDX30 menguat 0,6%, indeks SMinfra18 naik 0,6%. Saham sektor keuangan sementara naik tertinggi hingga 0,7%, disusul saham sektor aneka industri naik 0,6%. Semua sektor saham mengalami penguatan di awal sesi ini.

Pembelian investor asing mencapai Rp508,49 miliar. Penjualan investor asing sebesar Rp451,42 miliar. Jadi pada awal perdagangan mengalami net foreign buy mencapai Rp57,07 miliar.

Saham yang menguat seperti saham BGTG yang naik 17,4% ke Rp101, saham ISAT naik 8,03% ke Rp1.950, saham TINS naik 6,3% ke Rp835, saham BKSL naik 5,9% ke Rp124, saham DEAL naik 3,9% ke Rp660, saham ANTM naik 2,6% ke Rp780, saham BMRI naik 2,3% ke Rp7.525.

Untuk saham yang melemah seperti saham RIGS turun 6,8% ke Rp244, saham PTSN turun 5,5% ke Rp1.375, saham BKLI turun 2,8% ke Rp336, saham WIIM turun Rp2,8% ke Rp170, saham KPAS turun 2,5% ke Rp302.

Menurut analis saham Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, Secara teknikal IHSG bergerak mengkonfirmasi pola bearish belt hold dengan indikasi terkoreksi menguji MA5 (6245) dan MA20 (6164). Indikator Stochastic dead-cross pada area overbought dengan bearish reversal momentum indikator RSI yang menjadi penekan pergerakan selanjutnya secara teknikal.

"Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak terkoreksi menguji support Moving Average dengan support resistance 6210-6270," tulisnya dalam laporan riset untuk perdagangan hari ini.

Saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya WTON, INTP, BBTN, TBIG, TLKM.

Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG (-0.39%) melemah 24.38 poin kelevel 6.262,85 seiring pelemahan Rupiah sebesar 0,46%. Padahal pada perdagangan sebelumnya menguat lebih dari sepersen.

Penguatan ini berkat intervensi Bank Indonesia yang lebih agresive dan posisi cadangan devisa yang menghilangkan kekhawatiran investor terhadap kekuatan rupiah. Investor asing masih tercatat net buy 429.83 miliar.

Sektor konsumer (+1,75%) menjadi pemimpin kontributor pelemahan IHSG dengan saham UNVR (-2,6%) dan HMSP (-1,8%) mengalami aksi profit taking. Secara Fundamental PER Forward UNVR (47,6x) dan HSMP (34,3%) cukup mahal jika dibandingkan rata-rata perusahaan sejenis yang berada di level 29,0x.

Sedangkan sektor Infrastruktur (+1,09%) dan Aneka Industry (+0,30%) menjadi penahan pelemahan setelah sentimen mengenai paket kebijakan infrastruktur telekomunikasi dan Pertumbuhan penjualan mobil yang naik 20% tahun ini.

Komentar

Embed Widget
x