Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Februari 2019 | 12:27 WIB

Rupiah Menguat, Bos Kadin Cemberut

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 8 Januari 2019 | 18:05 WIB

Berita Terkait

Rupiah Menguat, Bos Kadin Cemberut
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebutkan, eksportir mengeluhkan pola penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa hari terakhir, yang bahkan sempat menyentuh level Rp13.900-an.

Ketua Umum Kadin, Rosan Roeslani, pengusaha menginginkan pergerakan rupiah yang tidak terlalu fluktuatif dan diharapkan bergerak stabil. "Pengusaha akan serba salah kalau rupiah naiknya terlalu kencang dan turunnya terlalu kencang. Mereka inginnya stabil," kata Rosan dalam acara talkshow Outlook Perekonomian Indonesia 2019 bertajuk "Meningkatkan Daya Saing untuk Mendorong Ekspor," di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Dia mengatakan, volatilitas rupiah yang tidak stabil akan menyulitkan pengusaha dalam melaksanakan rencana bisnis, terutama bagi eksportir. "Kalau bergerak terlalu kencang, kami mengambil asumsi yang mana? Mungkin bagi sebagian orang rupiah menguatnya kencang, itu bagus," paparnya.

Rosan mencontohkan, pelaku bisnis batubara mulai mengeluhkan penguatan rupiah yang cukup signifikan di awal 2019. Dia menyebutkan, para pengusaha mengasumsikan kurs berada di kisaran Rp14.000-15.000 per dolar AS, namun kemarin sempat bermain di bawah Rp14.000.

Namun demikian, jelas Rosan, Kadin mengapresiasi kebijakan Bank Indonesia (BI) yang berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. "Dahulu hasil ekspor belum ada yang menyadari DHE (Devisa Hasil Ekspor) dikonversi ke rupiah sebesar 85 persen," ucapnya.

Pada akhirnya, jelas dia, ketergantungan terhadap dolar AS tidak tinggi lagi. "Sekarang trading bisa menggunakan local currency. Itu hal positif yang terus berjalan. Ke depannya diharapkan mata uang kita lebih kuat dan stabil," imbuhnya. [hid]

Komentar

x