Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 16 Januari 2019 | 10:31 WIB

Inilah Target Kajian Batas Harga Saham

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 8 Januari 2019 | 11:27 WIB

Berita Terkait

Inilah Target Kajian Batas Harga Saham
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan kajian terhadap perubahan batas bawah harga saham dan jumlah saham dalam satu lot. Kajian tersebut diharapkan rampung dalam semester I 2019.

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengatakan keputusan terkait perubahan tersebut belum final, sehingga otoritas bursa apakah bakal merubah aturan tersebut atau tidak.

"Akhir semester I ini kami putuskan apakah akan merubah peraturan batas bawah harga saham dan jumlah saham dalam satu lot," kata Hasan saat ditemui di Gedung BEI Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Hasan menjelaskan, kajian batas bawah harga saham tersebut terkait dengan mekanisme perdagangan jika harga saham di bawah Rp50 per lembar.

"Jika harga saham di bawah Rp50 per lembar, nah bagaimana batasan auto rejectnya sebab jika harga Rp1 naik menjadi Rp2 sudah naik 100%, padahal batasan auto reject hanya 35%," kata Hasan.

Dengan demikian, kata dia, tidak menutup kemungkinan jumlah fraksi saham akan diatur ulang untuk menyesuaikan kondisi tersebut. "Ya bisa saja fraksi saham akan tambah dari saat ini empat fraksi," jelas dia.

Masih menurut dia, kajian tersebut untuk menyesuaikan praktik yang berlaku di bursa bursa dunia lainnya yang menerapkan tidak ada batas bawah harga saham.

"Selain itu ada berapa saham yang sudah Rp50 dan tidak diperdagangan lagi, Padahal beberapa investor ingin bertransaksi," kata dia.

Sedangkan kajian jumlah saham dalam satu lot, jelas dia, terkait efektivitas dan tingkat kepraktisan pelaksanaannya.

"Selain itu, kita lihat harga saham kita tidak mahal dan masih terjangkau . Tapi sisi lain diharapkan penurunan jumlah saham dalam satu lot diharapkan dapat meningkatkan nilai transaksi seperti saat berubah satu lot menjadi 100 lembar saham," kata dia. [hid]




Komentar

x