Find and Follow Us

Selasa, 21 Mei 2019 | 06:28 WIB

Incar Bank BUKU III, MCOR Butuh Modal Segar Rp30 T

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 7 Januari 2019 | 17:15 WIB
Incar Bank BUKU III, MCOR Butuh Modal Segar Rp30 T
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) segera menambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHETD) atau rights issue dalam waktu dekat.

Rencana itu untuk mendongkrak permodalan sehingga MCOR tergolong dalam Bank Umum Kegiatan Usaha III atau bank dengan modal Rp5 triliun hingga Rp30 triliun.

Hal itu disampaikan direktur Keuangan MCOR, Chandra N T Siagian di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (7/1/2019). "Rigths Issue harus tahun ini untuk tambah permodalan sehingga naik ke bank BUKU III, Nah, saat ini modal inti kami, baru Rp2,6 triliun jadi kebutuhan dana bisa dihitung, " kata dia.

Ia mengatakan, proses rigths issue tengah dipersiapkan manajemen dan dalam waktu dekat akan menyampaikan prospektus kepada OJK. "Mudah mudahan dalam kuartal I 2019, kita sudah minta izin OJK," kata dia.

Ditambahkannya, manajemen MCOR telah melakukan pembicaraan dengan pemegang saham pengendali (PSP) dalam hal ini China Construction Bank Corporation. Hasilnya, PSP telah menyatakan kesiapan untuk menyerap rights issue.

"Dengan PSP sudah komunikasi, Kan tidak mungkin dengan aset terbesar kedua di dunia (China Construction Bank Corporation) membiarkan MCOR jadi bank kecil," kata dia.

Berdasarkan laporan keuangan MCOR kuartal III 2018, total modal sebesar Rp2,214 triliun. Dengan rincian modal inti (Tier I) Rp2,085 triliun dan modal pelengkap (Tier2) Rp129,1 miliar.

Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (CCB Indonesia) (dahulu Bank Windu Kentjana International Tbk) (MCOR) didirikan 02 April 1974 dengan nama PT Multinational Finance Corporation dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1974.

MCOR beberapa kali melakukan perubahan nama, antara lain: PT Multinational Finance Corporation, 1974. Bank Multicor Tbk, 1993. Bank Windu Kentjana International Tbk, 2008. Bank China Construction Bank Indonesia Tbk, per 29 Desember 2016.

Pada awal didirikan, Bank Windu adalah Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dan merupakan suatu konsorsium (joint venture) dari bank domestik dengan bank-bank internasional yaitu Royal Bank Of Scotland, BCA, LTCB Japan, Jardine Fleming, Chemical Bank dan Asia Insurance.

Pada tahun 1993 statusnya menjadi Bank dengan nama Bank Multicor. Kemudian pada tanggal 8 Januari 2008 terjadi merger antara Bank Multicor Tbk dan PT Bank Windu Kentjana menjadi Bank Windu Kentjana International Tbk atau dikenal sebagai Bank Windu.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham CCB Indonesia, yaitu: China Construction Bank Corporation (pengendali) (60,00%), UBS AG Singapore S/A Johnny Wiraatmadja (20,55%) dan UBS AG Singapore Non Treaty Omnibus (Johnny Wiraatmadja) (5,12%). [hid]




Komentar

x