Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Januari 2019 | 17:08 WIB

IHSG Miliki Peluang Lanjutkan Penguatan, Asal..

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 7 Januari 2019 | 00:17 WIB

Berita Terkait

IHSG Miliki Peluang Lanjutkan Penguatan, Asal..
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - IHSG telah berhasil menutup gap di 6.220-6.225 sesuai ulasan kami pada pekan lalu. Apabila mampu bertahan di atas gap tersebut, maka terbuka peluang bagi IHSG untuk terus melanjutkan penguatannya menuju target di level 6.360, dan target berikutnya di kisaran 6.450-6.500.

Menurut praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, jika terjadi aksi profit taking, yang kemungkinannya hanya koreksi wajar, maka IHSG akan mencoba bertahan di kisaran support gap di level 6.144-6.157.

Kemungkinan besar IHSG akan dibuka menguat di perdagangan awal pekan dan masih berpotensi melanjutkan penguatannya, didorong oleh kenaikan tajam bursa saham AS akhir pekan lalu. "IHSG diperkirakan akan bergerak direntang kisaran area 6.225-6.360 pada awal pekan. Sementara dipertengahan pekan, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh dampak pembicaraan lanjutan antara AS dan China terkait pembahasan perang dagang," katanya Minggu (6/1/2018).

Pekan ini pelaku pasar mencermati rilis data cadangan devisa dan penjualan ritel pada hari senin awal pekan besok. Sementara dari luar negeri, cukup banyak data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah Senin 7 Januari 2019, Rilis data sektor jasa AS.


Selasa 8 Januari 2019, Rilis data perdagangan Australia, Rilis data keyakinan konsumen Jepang, Rilis data perdagangan AS. Rabu 9 Januari 2019, Pernyataan Gubernur BOE Carney, Laporan meeting The Fed. Kamis 10 Januari 2019, Rilis data inflasi China, Pertemuan Kebijakan Moneter ECB, Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell.

Jumat 11 Januari 2019, Rilis data penjualan ritel Australia, Rilis data GDP, manufkatur dan perdagangan Inggris, Rilis data inflasi AS.

Sementara pada pekan lalu, bursa Wall Street berakhir menguat tajam ke level tertinggi dalam 2 pekan. Penguatan setelah rilis laporan data tenaga kerja yang menggembirakan dan respon positif pelaku pasar atas pernyataan dovish dari pimpinan The Fed Jerome Powell.

Katalis utama lonjakan pasar pada akhir pekan adalah laporan gaji bulanan AS yang di luar perkiraan para ekonom sebelumnya. Selain itu jumlah pekerjaan dilaporkan ada penambahan 312.000 pekerjaan pada bulan Desember, ini merupakan terbesar yang diciptakan dalam 10 bulan, serta adanya jaminan bahwa The Fed akan lebih fleksibel terkait kenaikan tingkat suku bunga AS.

Dow Jones melonjak 746,94 poin (+3,29%) ke level 23.433,16, S&P 500 naik 84,05 poin (+3,43%) menjadi 2.531,94 dan Nasdaq melejit 275,35 poin (+4,26%) ke 6.738,86. Dengan penguatan tajam di akhir pekan, maka Bursa saham AS berhasil melanjutkan rebound menjadi 2 pekan berturut-turut.

Dalam sepekan, Wall Street menguat dengan dengan Dow Jones berhasil naik +1,61%, S&P 500 menambahkan +1,86%, dan Nasdaq menguat +2,34%.

Sedangkan dari dalam negeri, IHSG naik 53,53 poin (+0,86%) ke posisi 6.274,54 pada akhir pekan. Investor asing mencatatkan net buy dengan membeli saham senilai Rp329 miliar di pasar reguler. Sepanjang pekan pertama tahun 2019 ini, IHSG berhasil menguat +1,29% dengan diikuti oleh aksi beli investor asing sebesar Rp607 miliar dipasar reguler.

Sesuai perkiraan kami di awal tahun pada ulasan pekan sebelumnya, IHSG mampu menguat di pekan pertama Januari 2019. Meskipun ditengah tingginya resiko perekonomian global seiring perlambatan ekonomi dunia yang semakin nampak nyata, terlihat dari berbagai rilis data ekonomi di AS, Eropa dan Asia yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan, namun IHSG masih mampu bergerak menguat.

Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan sektor saham barang konsumsi dan properti yang terdorong oleh hasil positif dari rilis data ekonomi nasional, yaitu data inflasi, manufaktur dan pendapatan negara. Data inflasi sepanjang 2018 tercatat 3,13% year on year.

Angka ini di bawah target pemerintah 3,5%, namun dianggap positif oleh investor, karena ditengah pelemahan nilai tukar rupiah dan tren kenaikan suku bunga sepanjang tahun 2018 inflasi masih terjaga. Sementara data manufaktur bulan Desember mengalami kenaikan ke level 51,2 dari bulan sebelumnya di angka 50,4.

IHSG mengawali pekan pertama tahun 2019 dengan baik dan berhasil menembus keatas level psikologis 6.200. Investor terlihat masih optimistis dengan perekonomian domestik dan kinerja keuangan emiten di kuartal keempat 2018.

Secara teknikal IHSG kembali melanjutkan penguatannya dan masih berada di fase uptrend dalam jangka pendek.

Pasca melewati garis MA 200 dan menembus resistance level 6.117, IHSG terlihat nyaman dan masih bergerak naik di dalam uptrend channelnya. Indikator teknikal MACD masih bergerak di atas centreline dan kembali golden cross, mengindikasikan bahwa indeks masih berada di fase uptrend dan cenderung bergerak positif.

Komentar

x